Tahun 2017 menjadi momentum langkah penting bagi transformasi perusahaan guna mencapai tujuan strategis Perseroan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan nilai Perseroan dalam jangka panjang

Pemegang Saham yang terhormat,

Tantangan mewujudkan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan jalan tol menjadikan perusahaan bertransformasi menjadi lebih modern, efektif, dan efisien. Hal tersebut tampak dari target penambahan pengoperasian jalan tol lebih dari 600 km hingga 3 tahun kedepan, serta penerbitan beberapa inisiasi alternatif pendanaan untuk pembangunan jalan tol baru. Dalam pelayanan transaksi, bersama program pemerintah 100% cashless, diterapkan elektronifikasi di seluruh gardu tol.

Tahun 2017 menjadi momentum langkah penting guna transformasi perusahaan dalam mencapai tujuan strategis Perseroan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan nilai Perseroan dalam jangka panjang. Tahun ini juga menjadi momentum besar, setelah tahun 2004 Perseroan menjadi perseroan terbatas dan bagian dari perusahaan badan usaha milik negara, dengan fungsi regulator telah dikembalikan ke pemerintah. Saat itu Perseroan hanya menjadi operator dan pengembang jalan tol. Kemudian momen bersejarah berikutnya terjadi pada tahun 2007 saat Perseroan melakukan Initial Public Offering (IPO) melepaskan sebagian sahamnya (30%) ke publik yang mendapatkan respon sangat baik. Dengan demikian, bisa kami sampaikan bahwa pada tahun ini, pada tahun 2017, Perseroan menetapkan target yang luar biasa akan menambah lebih dari dua kali lipat panjang jalan tol beroperasi yang pada akhir tahun 2016 telah mengoperasikan 593 km dan menargetkan penambahan lebih dari 660 km jalan tol hingga tiga tahun ke depan dimulai pada tahun 2017 ini.

Tentunya, target itu memiliki dampak dan tantangan tersendiri bagi Perseroan. Jasa Marga melakukan transformasi menuju perusahaan yang lebih baik. Perseroan juga melakukan upaya-upaya pengembangan dan peningkatan strategi bisnis, yang tecermin dalam pembaruan visi dan misi perusahaan untuk menghadapi tantangan dan menjawab peluang bisnis serta meningkatkan posisi Perseroan sebagai industry leader.

VISI

Menjadi perusahaan jalan tol nasional terbesar, terpercaya dan berkesinambungan.

MISI

  1. Memimpin pembangunan jalan tol di Indonesia untuk meningkatkan konektivitas nasional
  2. Menjalankan usaha jalan tol di seluruh rantai nilai secara profesional dan berkesinambungan
  3. Memaksimalkan pengembangan kawasan untuk meningkatkan kemajuan masyakarakat dan keuntungan Perusahaan
  4. Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan pelayanan prima

Menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional membuat Perseroan terus melangkah maju mengembangkan infrastruktur, khususnya di bidang jalan tol, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang bertujuan meningkatkan konektivitas nasional dengan menargetkan pembangunan 1.000 km jalan tol baru. Dengan mengingat potensi yang sangat besar bagi keberlanjutan perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan negeri, dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol untuk mendorong hal-hal sebagai berikut ini.

  • Pertumbuhan ekonomi agar memperluas penciptaan lapangan kerja;
  • Menurunkan biaya logistik untuk menurunkan harga barang dan jasa sehingga meningkatkan daya saing barang dan jasa dalam negeri; dan
  • Mengendalikan inflasi agar pertumbuhan pendapatan lebih tinggi daripada pertumbuhan harga barang sehingga tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia lebih baik.

Dalam upaya mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan, peningkatan investasi pemerintah, terutama untuk sektor infrastruktur, menjadi sangat menentukan. Dengan semangat membangun untuk pertumbuhan dan pemerataan, penekanan pada investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur itu diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang sekaligus mengurangi ketimpangan baik antarindividu maupun antarwilayah.

Untuk terus bertahan dan memimpin di industri jalan tol, Perseroan mengembangangkan dan menjalankan strategi unit bisnis, melayani kebutuhan konsumen, menghadapi kompetitor di lini bisnis, serta meningkatkan kinerja bisnis. Perseroan juga terus meningkatkan kapabilitas melalui peyediaan layanan dengan biaya yang efisien serta penyediaan jasa layanan ahli.

Selain itu, Perseroan melihat melihat peluang untuk meningkatkan pendapatan Perseroan melalui usaha lain di bidang jasa pengoperasian jalan tol, jasa pemeliharaan jalan tol dan jasa pengelolaan properti di sekitar jalan tol. Pada sisi jasa pengoperasian jalan tol, Perseroan melihat potensi untuk mengoperasikan jalan tol yang hak konsesinya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan dan yang dimiliki oleh investor lain. Pada sisi pemeliharaan jalan tol, Perseroan juga melihat adanya potensi untuk melakukan pemeliharaan pada jalan tol yang dioperasikan oleh Perseroan dan anak perusahaan serta yang dioperasikan oleh investor lain. Dari sisi jasa pengelolaan properti di sekitar jalan tol, Perseroan melihat potensi untuk dapat mengelola bisnis properti di wilayah koridor jalan tol, seperti tempat istirahat (rest area) dan pembangunan apartemen dan perumahan serta perkantoran.

Dari sisi tantangan, Perseroan menghadapi tantangan dalam hal upaya untuk meningkatkan pelayanan operasional dan produktivitas kinerja SDM. Pada sisi pelayanan operasional, Perseroan menghadapi tantangan untuk meningkatkan pelayanan operasional untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di tengah semakin meningkatnya volume lalu lintas yang telah melebihi kapasitas jalan yang ideal terutama pada jalan tol di Jakarta dan sekitarnya. Program implementasi 100% transaksi nontunai juga menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi Perseroan karena program itu diharapkan dapat meningkatkan waktu transaksi serta efisiensi dalam pelayanan pengumpulan tol. Selain itu, Perseroan menghadapi tantangan untuk meningkatkan produktivitas kinerja SDM untuk mempertinggi daya saing dalam menghadapi persaingan di industri jalan tol yang semakin meningkat.

STRATEGI DAN KEBIJAKAN STRATEGIS PERSEROAN

Dengan mencermati tantangan dan peluang yang dihadapi, Perseroan mencanangkan pada tahun 2019, Perseroan akan menyelesaikan hak konsesi dan mengoperasikan 1.260 km jalan tol baru dengan pertumbuhan nilai aset, sekaligus mempertahankan posisi market leader di industri jalan tol Indonesia. Perusahaan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan kinerjanya secara menyeluruh.

Untuk mendukung hal tersebut, menjadi penting dalam manajemen mengembangkan prinsip kepemimpinan strategis, pemantauan kinerja, strategi pendanaan yang tepat sasaran, pengembangan kapabilitas, serta meningkatkan nilai positif identitas dan citra Perusahaan. Selain itu, Perseroan terus-menerus meningkatkan nilai-nilai fundamental dan memaksimalkan potensi aset yang dimiliki. Tidak hanya itu, Perseroan memaksimalkan peluang investasi jalan tol dengan berbagai skema bisnis, memaksimalkan potensi bisnis jasa operasi, pemeliharaan, konstruksi tol, dan teknologi tol, serta memaksimalkan potensi bisnis di sepanjang aset jalan tol (toll corridor development).

Untuk mencapai visi dan misi serta sasaran strategis Perseroan, disusun beberapa strategi kunci yang dibagi ke dalam strategi operasi dan strategi pendanaan. Adapun untuk strategi kunci pengoperasian ialah sebagai berikut.

  1. Pengembangan bisnis jalan tol
    • Memaksimalkan perolehan ruas jalan tol baru yang fokus pada kelayakan dan minimum IRR melalui berbagai skema bisnis dan pendanaan.
    • Memastikan pengoperasian penambahan jalan tol baru yang sudah dimiliki konsesinya 1.260 km pada tahun 2019. Penambahan panjang jalan tol baru itu diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan menjaga posisi market leader industri jalan tol di masa mendatang.
    • Dalam jangka panjang, menargetkan untuk terus menjadi operator jalan tol komersil yang memiliki kualitas tinggi serta memiliki diferensiasi dengan para kompetitor.
  2. Pengoperasian dan pendukung operasi jalan tol
    • Mengoperasikan jalan tol yang efisien, aman dan berkualitas tinggi untuk meningkatkan kinerja dan performa yang ekselen.
    • Menyediakan pelayanan excellent kepada pengguna jalan tol, komunitas di wilayah sekitar, dan pemerintah.
    • Meningkatkan kapabilitas dan penerapan teknologi untuk layanan operasi, transaksi, pemeliharaan, konstruksi dan konsultasi bisnis tol.
    • Menjadi lini bisnis yang mandiri dan berorientasi pada cost leadership dan operational excellence serta meningkatkan competitive advantage di seluruh kelompok usaha Jasa Marga.
  3. Prospektif bisnis
    • Mengembangkan bisnis usaha lain yang terkait secara strategis menguatkan dan mendukung pertumbuhan bisnis jalan tol.
    • Memaksimalkan potensi pasar toll corridor development (TCD), transit oriented development (TOD), tempat istirahat dan pelayanan (TIP) secara proaktif dan selektif.
    • Meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan Perseroan dengan memaksimalkan potensi bisnis yang ada.

Untuk mencapai sasaran strategis tersebut, Perseroan memfokuskan pencapaian sasaran-sasaran utama tersebut pada tahun 2017 ini sebagai berikut. Di bidang pengembangan bisnis jalan tol, Perseroan memfokuskan penyelesaian 15 konsesi ruas jalan tol baru hingga tahun 2019 dapat beroperasi penuh dan dapat memberikan konstribusi di pendapatan tol. Perusahaan juga terus mencari dan mengkaji potesi penambahan konsesi baru yang terkoneksi dengan ruas tol existing serta memiliki IRR yang layak. Untuk mendukung hal tersebut, Perseroan juga mencari peluang dan potensi bisnis usaha lain yang terkait dengan bisnis inti melalui Anak Perusahaan.

Tahun 2017, Perseroan meningkatkan kapasitas keuangan dengan melakukan upaya inisiatif alternatif pendanaan untuk mendapatkan sumber-sumber pendanaan baru untuk mendukung akselerasi pembangunan jalan tol.

Dalam bidang pengoperasian jalan tol, Perseroan menjaga pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) secara berkelanjutan, dengan tiga poin utamanya ialah pelayanan transaksi tol, pelayanan lalu lintas, dan pelayanan kualitas konstruksi. Untuk meningkatkan layanan operasi, Perseroan bekerja sama dengan Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan dalam mengelola jalan tol di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang telah mengalami kepadatan lalu lintas melalui penataan dan perbaikan rekayasa lalu lintas pada daerah-daerah yang tingkat kepadatan lalu lintasnya tinggi. Perseroan juga melakukan integrasi sistem transaksi pembayaran tol untuk mengefisienkan proses transaksi pembayaran tol dan mengurangi antrean pada gerbanggerbang tol utama melalui pengurangan jumlah gerbang transaksi. Dalam pengembangan pelayanan transaksi, Perseroan telah berhasil mengimplementasikan 100% cashless payment di ruas-ruas tol yang dimilikinya. Hal itu dilakukan sebagai upaya peningkatan pelayanan penggunaan transaksi nontunai melalui kartu pembayaran elektronik (e-payment).

Untuk memperkuat lini bisnis usaha lain, Perseroan akan menaikan peningkatan kapasitas dan daya saing anak perusahaan Perseroan di bidang jasa layanan operasi untuk meningkatkan pendapatan usaha lain baik melalui jasa pengoperasian ruas-ruas jalan tol yang dimiliki oleh Perseroan maupun ruas-ruas jalan tol yang dimiliki oleh badan usaha jalan tol lainnya. Perseroan juga akan mempertinggi peran dan daya saing anak perusahaan Perseroan di bidang jasa layanan pemeliharaan untuk meningkatkan pendapatan usaha lain baik melalui jasa pemeliharaan ruas-ruas jalan tol yang dimiliki oleh Perseroan maupun ruas-ruas jalan tol yang dimiliki oleh badan usaha jalan tol lainnya. Perseroan juga akan melakukan peningkatan peran dan daya saing anak perusahaan Perseroan di bidang properti, khususnya peningkatan pelayanan di tempat istirahat dan pelayanan (Rest Area) serta meningkatkan pendapatan usaha lain melalui peningkatan investasi properti di sekitar koridor jalan tol.

Sejalan dengan target pencapaian strategi Perseroan tersebut, bidang sumber daya manusia juga perlu diimbangi dengan upaya peningkatan kapabilitas organisasi dan kompetensi sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas. Perseroan merencanakan perbaikan proses bisnis dan penataan kembali struktur organisasi melalui pembagian lingkup dan peran bisnis di kelompok usaha Jasa Marga. Perseroan mencanangkan implementasi teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas dan layanan operasional, serta modernisasi sistem peralatan tol untuk mengantisipasi perkembangan teknologi e-payment. Yang tidak kalah penting, sejalan dengan implementasi penuh transaksi nontunai, penyelenggaraan program Alih Profesi (A-Life) menjadi momentum penting dalam transformasi Perseroan menuju industry leader. Programprogram pengayaan kompetensi tersebut dilengkapi dengan pengembangan budaya perusahaan untuk bertransformasi berbasis kinerja.

Dalam pengembangan pelayanan transaksi, Perseroan telah berhasil mengimplementasikan 100% cashless payment di ruas-ruas tol yang dimiliki. hal itu dilakukan sebagai upaya peningkatan pelayanan penggunaan transaksi nontunai melalui kartu pembayaran elektronik (e-payment).

Jajaran Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menjalankan tugas pelaksanaan pengurusan Perseroan untuk kepentingan dan tujuan Perseroan. (Dari Kiri - ke Kanan: Mohammad Sofyan. Hasanudin. Kushartanto Koeswiranto, Subakti Syukur, Donny Arsal. Duduk: Desi Arryani)

Di sisi peningkatan kapasitas keuangan, Perseroan meningkatkan kapasitas keuangan dengan melakukan upaya inisiatif alternatif pendanaan untuk mendapatkan sumbersumber pendanaan baru untuk mendukung akselerasi pembangunan jalan tol serta menjaga rasio-rasio keuangan Perseroan. Saat ini Perseroan sedang membangun 18 ruas tol baru dengan total investasi lebih dari Rp100 triliun, dengan sisa pembangunan yang ada masih membutuhkan dana sekitar Rp60 triliun. Perseroan juga merestrukturisasi utang di level anak perusahaan dan memperbaiki struktur keuangan Perseroan. Strategi pendanaan yang potensial, sesuai dengan kondisi Perseroan untuk meminimalkan risiko keuangan, ialah sebagai berikut.

  1. Pinjaman perbankan

    Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek sebelum mendapatkan pendanaan dari pasar modal.

  2. Bond/sukuk pada level korporat

    Untuk mendanai proyek-proyek jalan tol baru melalui investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

  3. Project bond di level proyek atau anak perusahaan

    Untuk menggantikan pendanaan pinjaman perbankan dengan obligasi proyek di pasar modal yang memiliki fixed rate dan pembayaran pokok yang sesuai dengan kemampuan cash flow perusahaan.

  4. Sekuritisasi

    Teknik pembiayaan dengan mengemas aset keuangan dari mature asset menjadi likuid dan dapat diperjualbelikan tanpa menimbulkan beban bunga.

  5. Equity Fund Raising

    Untuk menjaga profitabilitas dan meningkatkan kapasitas pendanaan.

Sesuai dengan visi Perseroan untuk “Menjadi Perusahaan Jalan Tol Nasional Terbesar, Terpercaya dan Berkesinambungan”, pada tahun 2017 ini Perseroan juga membentuk Tim Strategic Transformation Office (STO) yang memiliki tugas membantu Manajemen dalam mengelola program-program strategis yang telah ditetapkan dalam jangka menengah, antara lain mengembangkan laporan pemantauan dan melacak proyek serta laporam evaluasi proyek; memberikan masukan/rekomendasi kepada Dewan Transformasi atau Direksi untuk membuat keputusan dalam rangka memaksimalkan penciptaan nilai serta menghindari perusakan nilai; dan membantu mengidentifikasi permasalahan dan pemecahannya. Dalam melaksanakan tugas, STO dibantu Tim Kerja untuk mengelola, mengoordinasikan dan mengkomunikasikan progres perkembangan program-program strategis Perseroan.

ANALISIS KINERJA PERSEROAN

PERBANDINGAN TARGET DAN PENCAPAIAN KINERJA PERSEROAN

Pada tahun 2017, di bidang pengoperasian jalan tol baru, Perseroan telah berhasil mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Gempol-Rembang (13,9 km), terdiri atas Seksi Bangil-Rembang (7,1 km) yang dioperasikan pada 13 April 2017 dan Seksi Gempol-Bangil (6,8 km) yang dioperasikan pada 3 Agustus 2017. Jalan Tol SemarangSolo Ruas Bawen-Salatiga (17,5 km) dioperasikan pada 25 September 2017. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Ruas Kualanamu-Sei Rampah (41,69 km) dioperasikan pada 20 Oktober 2017, dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi Sepanjang-Krian (15,5 km) dioperasikan pada 19 Desember 2017, sehingga panjang jalan tol operasi Perseroan menjadi 680 km dari total konsesi jalan tol sepanjang 1.260 km pada akhir tahun 2017.

Perseroan berhasil meningkatkan hak konsesi jalan tol dengan menambah 2 konsesi tol baru sepanjang 237 km dari 1.260 km pada akhir 2016 menjadi 1.497 km pada akhir 2017. Konsesi ruas jalan tol baru diperoleh melalui proses tender, yaitu Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang sekitar 173 km, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 64 km yang diperoleh melalui project initiative dengan persetujuan proyek tersebut sudah diterima pada tahun 2016 lalu dan tetap melalui proses tender, tetapi Perseroan memiliki right to match untuk mendapatkan hak konsesi.

Selama tahun 2016, Perseroan juga telah berhasil meningkatkan aktivitas konstruksi dan pembebasan lahan pada ruas-ruas jalan tol baru, sehingga penyerapan anggaran investasi jalan tol baru ialah sebesar Rp23,58 triliun atau mencapai sekitar 106,21% dari rencana tahun 2017.

Dari kinerja aspek pengoperasian jalan tol, target volume lalu lintas transaksi tercapai sebesar 1,35 miliar transaksi kendaraan. Pencapaian volume lalu lintas transaksi tersebut juga lebih tinggi 1,05% daripada rencana tahun 2017.

Sesuai dengan UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, Perseroan mendapatkan penyesuaian tarif tol pada tahun 2017 yang diberlakukan mulai 8 Desember 2017 di 5 ruas tol milik Perseroan, yaitu Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit, Jalan Tol Surabaya-Gempol, Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci), dan Jalan Tol Semarang. Besaran angka penyesuaian tarif ruas tersebut didasarkan pada inflasi selama 2 tahun yang rata-rata sebesar 7%.

Di bidang pelayanan pengoperasian jalan tol, Perseroan telah berhasil mengimplementasikan 100% transaksi nontunai, yang ditargetkan pada awal tahun untuk dapat dicapai pada akhir Oktober 2017. Hal itu, selain meningkatkan pelayanan transaksi, merupakan upaya untuk mengendalikan beban usaha Perseroan.

Pada tahun 2017, Perseroan juga menyederhanakan sistem transaksi bersama-sama dengan badan usaha jalan tol lain melalui integrasi pelayanan transaksi pada Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Tangerang-Merak dengan mengeliminasi Gerbang Tol Karang Tengah. Penyederhanaan sistem transaksi itu memberi kemudahan bagi pengguna jalan tol karena jumlah transaksi berkurang. Perseroan juga melakukan penyesuaian sistem transaksi di Ruas Jalan Tol Jagorawi, dari sistem transaksi tertutup menjadi sistem transaksi terbuka, sehingga diberlakukan single tariff di destinasi atau setiap transaksi gerbang tol. Di ruas tersebut juga dieliminasi Gerbang Tol Cibubur Utama dan Gerbang Tol Cimanggis Utama untuk mempercepat dan memperlancar arus lalu lintas.

Pada bagian layanan informasi jalan tol, Perseroan juga melakukan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas informasi melalui penggantian call center pelayanan pusat informasi dari Traffic Information Center melalui 14080 dan peningkatan layanan JMCARe yang memberikan informasi terkini kondisi jalan tol dengan fitur berbasis push notification message.

Pada tahun 2017, pengembangan usaha lain ditopang oleh jasa pemeliharaan jalan tol, jasa pengoperasian jalan tol, serta pengelolaan investasi properti dan tempat istirahat dan pelayanan. Pendapatan usaha lain Perseroan pada tahun 2017 sebesar Rp 640,4 miliar. Terdapat penyesuaian perlakuan akuntansi atas transaksi afiliasi atas Induk dan Anak, sehingga terlihat terjadi penurunan sebesar 29,3%.

Untuk mendukung upaya ekspansi Perseroan, baik di pengembangan usaha tol dan usaha lain maupun peningkatan pelayanan operasional, Perseroan juga terus berupaya memperbaiki proses bisnis dan mengimplementasikan teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, Perseroan terus meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM melalui pendidikan dan pelatihan, serta program Alif Profesi.

Pada tahun 2017, Perseroan berhasil membukukan total aset sebesar Rp79,19 triliun, yang meningkat sebesar 48,02% dari tahun 2016 sebesar Rp58,50 triliun. Pertumbuhan aset yang signifikan tersebut merupakan cerminan dari meningkatnya aktivitas konstruksi Perseroan di beberapa ruas jalan tol. Hal itu sejalan dengan strategi Perseroan untuk mempercepat pembangunan jalan tol dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan nilai Perseroan dalam jangka panjang.

Di tengah ekspansi dan akselerasi pembangunan jalan tol yang sedang gencar dilakukan oleh Perseroan, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,20 triliun atau meningkatkan sebesar 16,4% dari tahun 2016 sebesar Rp1,89 triliun. Pencapaian laba bersih itu didukung oleh pencapaian pendapatan tol dan usaha lain sebesar Rp8,92 triliun atau tumbuh 1,01% jika dibandingkan dengan tahun 2016, yaitu sebesar Rp8,83 triliun. Pencapaian laba bersih juga didukung oleh upaya pengendalian beban usaha yang tecermin dari pencapaian EBITDA margin sebesar 61,4% yang meningkat dari tahun 2016 yang mencapai 59,2%. Selain itu, pencapaian laba bersih juga ditopang oleh upaya Perseroan dalam mengendalikan beban bunga di tengah meningkatnya utang Perseroan untuk mendukung ekspansi pengembangan jalan tol baru.

Pada tahun 2017 Perseroan melakukan tiga inovasi alternatif pendanaan. Terobosan pertama yang telah dilakukan oleh Jasa Marga pada Juli 2017 lalu ialah program asset recycling dengan melakukan penerbitan sekuritisasi yang berbasis hak atas sebagian pendapatan ruas Jagorawi (Jakarta-BogorCiawi), yang merupakan salah satu ruas tol paling mature yang dimiliki oleh Jasa Marga. Produk itu mendapat respon yang sangat bagus karena penjualannya oversubscribed hingga 3 kali. Terobosan berikutnya ialah melalui program debt recycling. Kali ini Jasa Marga dan pemegang saham minoritas, PT Jakarta Marga Jaya, berinovasi untuk mengeluarkan obligasi di level anak perusahaan atau project bond, yang untuk pertama kalinya dilakukan oleh anak usaha Jasa Marga, yaitu PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) untuk Ruas Tol JORR W2 Utara atau Kebon Jeruk-Ulujami sepanjang 7,7 km, yang telah beroperasi penuh sejak tahun 2014. Penerbitan itu bertujuan untuk mendapatkan bunga yang tetap selama periode pinjaman dan juga pembayaran pokok atas pinjaman dapat menyesuaikan kemampuan cash flow dari proyek. Produk itu pun mendapat respon positif dari pasar dan mendapatkan oversubscribed hingga hampir 2 kali.

Tidak berhenti di situ, Jasa Marga menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah di pasar global (Global IDR Bond), Komodo Bond, dan mencatatkan produk tersebut di London Stock Exchange pada pertengahan bulan Desember 2017. Nilai Komodo Bond yang diterbitkan sebesar Rp4 triliun dengan masa tenor 3 tahun. Perseroan berkeyakinan bahwa penerbitan Komodo Bond ini akan menjadi diversifikasi sumber pendanaan di tengah kebutuhan capex Perseroan yang cukup tinggi. Itu juga dapat memperluas cakupan investor global dan meningkatkan target jumlah pendanaan, serta meningkatkan fleksibilitas pendanaan.

Pada tahun 2017, Perseroan berhasil membukukan total aset sebesar Rp78,19 triliun, yang meningkat sebesar 48,02% dari tahun 2016 sebesar Rp53,5 triliun. Pertumbuhan aset yang signifikan tersebut merupakan cerminan dari semakin meningkatnya aktivitas konstruksi Perseroan dalam pembangunan jalan tol baru

Seremoni Listing Komodo Bond PT Jasa Marga (Persero) Tbk. di London Stock Exchange, Rabu, 13 Desember 2017. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah membuka jalan bagi masa depan pasar modal Indonesia dengan melakukan penawaran global perdana obligasi berdenominasi Rupiah atau disebut Komodo Bond.

KENDALA YANG DIHADAPI PERSEROAN DAN LANGKAH PENYELESAIANNYA

Selama tahun 2017, Perseroan menghadapi kendala-kendala yang terutama ialah kemungkinan kompetisi di industri jalan tol karena kini banyak pemain baru dalam pengembangan dan pengoperasian jalan tol. Percepatan pembebasan lahan, penanganan kepadatan lalu lintas yang tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, peningkatan produktivitas dan penyiapan kader pemimpin perusahaan dan pendanaan juga masih menjadi tantangan tersendiri bagi Perseroan.

Dalam mengantisipasi kompetisi di industri jalan tol, Perseroan terus meningkatkan kompetensi inti dan mengembangkan struktur anak perusahaan yang dikhususkan untuk menghadapi penetrasi pasar pengoperasian tol di Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lain.

Pada aspek pembebasan lahan, Perseroan berupaya melakukan percepatan pembebasan lahan dengan secara aktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait baik di tingkat pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah. Selain itu, dengan memperhatikan keterbatasan APBN dalam alokasi anggaran pembebasan lahan, Perseroan menyiapkan dana talangan tanah terlebih dahulu.

Khususnya dalam menangani masalah kepadatan lalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang volume lalu lintasnya telah melampaui kapasitas jalan tol yang ada, Perseroan berupaya meningkatkan kelancaran lalu lintas melalui penyederhanaan sistem transaksi di gerbang tol, meningkatkan penetrasi penggunaan pembayaran nontunai (e-payment) dan rekayasa lalu lintas pada lokasi-lokasi yang tingkat kepadatan lalu lintasnya tinggi. Upaya lain yang dilakukan Perseroan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang telah mencapai V/C ratio lebih dari 1,5 ialah mengusulkan pembangunan Tol JakartaCikampek II Elevated dan Jakarta-Cikampek II Selatan.

Di tengah ekspansi yang dilakukan, Perseroan mengalami kekurangan sumber daya manusia pada posisi pimpinan senior perusahaan yang memasuki masa pensiun. Dalam menghadapi kendala ini, Perseroan mengupayakan rekrutmen karyawan baru dan melakukan peningkatan kompetensi dan akselerasi terhadap generasi muda, kaderkader pimpinan perusahaan. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance menjadi modal utama dalam menyiapkan kader pimpinan di masa mendatang. Nilai-nilai tata kelola perusahaan yang baik tidak berhenti disosialisasikan dan diinternalisasikan di seluruh kelompok usaha Jasa Marga.

Pada aspek pendanaan jalan tol baru di masa mendatang, Perseroan akan dihadapkan pada kendala berupa terbatasnya dana yang dimiliki untuk melakukan ekspansi secara masif di bisnis jalan tol. Untuk itu, pada tahun 2017, Perseroan telah melakukan beberapa inisiatif alternatif pendanaan, seperti sekuritisasi pendapatan tol di muka Jalan Tol Jagorawi, project bond JORR W2N dan Komodo Bond (Global IDR Bond). Selain itu, Perseroan menerapkan metode pembiayaan konstruksi proyek jalan tol baru, yaitu dengan menggunakan Contractor Pre Financing (CPF) di beberapa proyek jalan tol baru, dengan Perseroan membayarkan seluruh biaya konstruksi kepada kontraktor setelah proses konstruksi selesai. Kebijakan itu dilakukan agar kinerja keuangan Perseroan dapat terjaga lebih baik dengan mengelola cash flow yang ada.

PROSPEK USAHA PERSEROAN KE DEPAN

Pertumbuhan pembangunan jalan tol menjadi sangat dibutuhkan, karena diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah di Indonesia. Potensi pertumbuhan daya beli masyarakat juga akan memberikan efek positif bagi sektor infrastruktur, khususnya jalan tol. Kecenderungan turunnya suku bunga juga akan membantu masyarakat membeli hunian baru dan kendaraan baru. Peningkatan komposisi usia produktif juga diproyeksikan akan terus terjadi hingga 20 tahun ke depan.

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah mengupayakan memperbaiki infrastruktur yang diperlukan seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara untuk menurunkan biaya logistik di Indonesia. Transformasi pada percepatan infrastruktur ini dapat menciptakan peluang pertumbuhan bisnis logistik memicu kebutuhan akan jaringan jalan.

Setelah mencermati upaya pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur, Perseroan optimistis akan menambah pengoperasian jalan tol baru sepanjang 200 km setiap tahunnya hingga dua tahun ke depan. Perseroan optimistis bahwa seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, volume lalu lintas transaksi akan terus meningkat.

Meningkatnya daya beli masyarakat serta program pemerintah melalui Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) menjadikan produk keuangan e-Payment memiliki potensi penetrasi penggunaan kartu elekronik pre-paid sebagai alat transasksi pembayaran tol. Setelah berhasil mengimplementasikan 100% pembayaran transaksi nontunai menggunakan e-Toll card baik dengan bank negara maupun swasta pada 31 Oktober 2017 lalu, Perseroan melihat adanya peluang untuk meningkatkan pelayanan transaksi ini menjadi potensi bisnis transaksi tol. Hal itu selaras dengan tujuan Perseroan untuk dapat mengendalikan beban usaha pelayanan operasional dan meningkatkan pendapatan dari usaha lain.

Dalam mendukung pelayanan operasional, Perseroan juga akan terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan dengan melanjutkan proses integrasi pengoperasian di ruas tol lain serta akan dilakukan juga perubahan sistem transaksi di ruas-ruas jalan tol yang telah dikaji terlebih dahulu.

Dari sisi pengembangan usaha lain, seiring dengan semakin bertambahnya panjang jalan tol di Indonesia baik yang dimiliki oleh Perseroan maupun oleh perusahaan jalan tol lain, Perseroan optimistis dapat meningkatkan pendapatan usaha jasa layanan pemeliharaan, jasa pengoperasian jalan tol, dan pengelolaan properti dan rest area melalui anak perusahaan Perseroan. Potensi bisnis yang terkait dengan industri jalan tol masih sangat besar dan perlu dikaji lebih lanjut. Mengembangkan bisnis usaha lain yang terkait secara strategis menguatkan dan mendukung pertumbuhan bisnis jalan tol. Potensi pasar toll corridor development (TCD), transit oriented development (TOD), Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) menjadi salah satu prospek usaha Jasa Marga di masa depan yang saat ini sedang dikaji dan dipersiapkan. Hal itu dapat meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan Perseroan dengan memaksimalkan potensi bisnis yang ada.

Jasa Marga menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berdenominasi Rupiah di pasar global (Global IDR Bond), Komodo Bond dan mencatatkan produk tersebut di London Stock Exchange pada bulan Desember 2017.

PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN SECARA BERKESINAMBUNGAN

Perseroan berkomitmen memastikan aktivitas pengelolaan bisnis dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Perseroan juga terus berupaya menyempurnakan praktik-praktik GCG yang selama ini telah diterapkan. Untuk mewujudkan perusahaan yang berdaya saing tinggi dan tumbuh berkelanjutan, Perseroan telah dan terus mengembangkan struktur dan sistem tata kelola perusahaan dengan memperhatikan prinsip-prinsip GCG sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan best practice yang ada.

Jasa Marga senantiasa berupaya menjalankan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip GCG. Untuk mewujudkan hal tersebut, Jasa Marga telah memiliki Code of Conduct yang dinamakan Kode Etik Jasa Marga yang telah diberlakukan sejak tahun 2005. Kode Etik Jasa Marga ini merupakan pedoman internal perusahaan yang berisikan sistem nilai atau norma yang dianut oleh seluruh insan Jasa Marga dalam melaksanakan tugas, yang di dalamnya memuat etika bisnis dan perilaku seluruh insan Jasa Marga dalam mencapai tujuan, visi dan Misi Perseroan dengan seluruh pemangku kepentingan dan lingkungannya.

Untuk memperkuat implementasi GCG, Perseroan secara aktif telah melakukan beberapa program pengembangan penerapan tata kelola perusahaan, yakni penerapan Kode Etik Jasa Marga dan internalisasi prinsip GCG; penerapan Pedoman Benturan kepentingan; Program Pengendalian Gratifikasi; pengelolaan Whistleblowing System; Komitmen Pakta Integritas; serta pengelolaan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Dalam mendukung program tersebut, Perseroan juga turut berpartisipasi aktif dalam beberapa ajang penghargaan atau award di bidang GCG, assessment atau penilaian implementasi GCG oleh lembaga independen maupun self-assessment, penerapan ISO dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mendukung operasional perusahaan, serta menanamkan budaya inovasi di seluruh aspek dan lapisan manajemen dan kelompok usaha Jasa Marga yang kemudian diukur dalam sasaran kerja masing-masing atau Key Performance Indicator (KPI) yang disepakati pada awal tahun.

Upaya untuk selalu meningkatkan praktik-praktik GCG tecermin pada kemampuan Perseroan mempertahankan hasil penilaian skor GCG Perseroan. Pada tahun 2017 Perseroan kembali berhasil meraih predikat “Sangat Baik” dengan nilai 97,17%, yang naik dari skor tahun sebelumnya.Penerapan GCG merupakan landasan bagi Perseroan\ melakukan strategi bisnis yang dapat memberikan nilai tambah, baik bagi internal Perusahaan, masyarakat sekitar, maupun pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Infrastruktur di Indonesia.

Sebagai upaya untuk terus memperbaiki tata kelola perusahaan, Perseroan juga secara berkala mengikuti proses assessment KPKU (Kriteria Penilaian Kinerja Unggul) dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Pada tahun 2017, skor KPKU Perseroan mencapai nilai 725,5 (level industry leader) atau meningkat 37 poin dari tahun 2016.

Dalam menjalankan operasional dan melakukan bisnis, Perseroan berupaya untuk selalu mengedepankan prinsipprinsip manajemen risiko dalam pengelolaan perusahaan. Perseroan juga terus memperbaiki tata kelola manajemen risiko Perseroan. Pada tahun 2017, tingkat kematangan risiko Perseroan mencapai 3,85 (kategori mahir) atau naik 0,07 poin dari tahun 2016. Pada sisi pengelolaan teknologi informasi, Perseroan terus berupaya memperbaiki tingkat implementasi IT Perseroan sebagai upaya untuk terus meningkatkan produktivitas dan perbaikan proses bisnis dalam mendukung pengembangan Perseroan. Pada tahun 2017, tingkat maturitas tata kelola IT Perseroan mencapai skor 3,22 meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 3,15.

Pengembangan penerapan tata kelola perusahaan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk menjamin hak-hak pemegang saham dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan. Dalam menjamin hak-hak pemegang saham, Perseroan menjaga keberlangsungan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan peraturan dan tata tertib yang berlaku, serta meningkatkan kualitas komunikasi Perseroan dengan para pemegang saham melalui website, forum-forum dengan investor dan merespons kebutuhan informasi yang diperlukan. Kemudian dalam meningkatkan aspek tata kelola perusahaan melalui partisipasi pemangku kepentingan, Perseroan juga memiliki kebijakan untuk mencegah adanya kemungkinan insider trading, kebijakan antikorupsi dan anti-fraud, kebijakan dalam menyeleksi pemasok, kebijakan pemenuhan hak-hak kreditur, kebijakan Whistleblowing System (WBS) dan kebijakan pemberian insetif jangka panjang kepada karyawan.

Pelaksanaan keterbukaan informasi juga menjadi penting dilakukan secara menyeluruh di kelompok usaha Jasa Marga. Pemanfaatan teknologi sebagai media penyampaian informasi juga terus ditingkatkan. Guna mendukung pengembangan penerapan tata kelola perusahaan, tata nilai budaya kerja Jasa Marga, JSMR (Jujur, Sigap, Mumpuni, dan Respek) menjadi landasan Perseroan mencapai visi dan misi perusahaan untuk senantiasa unggul dalam memberikan pelayanan dan menjaga kinerja serta komitmen yang kuat dari segenap insan Jasa Marga kepada seluruh pemangku kepentingan dan lingkungan sekitar. Tata nilai tersebut kami perbarui kembali pada awal tahun 2018 ini, disesuaikan dengan kondisi dan tantangan yang ada, menjadi APIC (Agility, Profesionalism, Integrity, dan Consumer Focus). Kami berharap tata nilai tersebut sebagai cerminan nilai-nilai yang mendasari insan Jasa Marga bekerja dan berkarya untuk mewujudkan visi dan misi Perseroan.

PENGELOLAAN HUMAN CAPITAL

Dalam mewujudkan visi dan misi Perseroan, telah dilakukan perubahan dan pengembangan struktur organisasi secara terintegrasi dan menyeluruh. Efektivitas organisasi menjadi penting untuk dikelola melalui perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM), proses rekrutmen, pengembangan manajemen karir, pengembangan manfaat karyawan, serta penyempurnaan sistem manajemen kinerja dan kompetensi.

Perencanaan kebutuhan tenaga kerja di Perseroan memperhatikan peningkatan bisnis jalan tol, jumlah konsesi yang dimiliki dan target penambahan panjang jalan tol beroperasi sejalan dengan peningkatan jumlah anak perusahaan. Efektivitas pengelolaan juga ditunjang dengan pembagian tugas dan tanggung jawab seluruh karyawan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan kompetensi dari masing-masing fungsi yang ada. Pengembangan kompetensi dilakukan dalam rangka penyediaan sumber daya manusia yang andal dan berdaya saing tinggi untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan perusahaan.

Perseroan melakukan berbagai penyempurnaan terhadap sistem-sistem pengelolaan human capital yang diharapkan berdampak signifikan terhadap pencapaian tujuan Perseroan. Perkembangan bisnis Perseroan yang menuntut peningkatan jumlah tenaga pendukung tetap dikendalikan melalui peningkatan kompetensi, prioritas rekrutmen karyawan baru untuk kaderisasi pemimpin serta peningkatan peran teknologi informasi, khususnya dalam otomatisasi transaksi tol atau elektronifikasi.

Dengan diimplementasikannya program elektronifikasi, Jasa Marga memastikan tidak adanya pengurangan karyawan. Untuk itu, agar program elektronifikasi tanpa pengurangan karyawan dapat terlaksana, Jasa Marga menggagas program yang dinamakan Program Alih Profesi atau A-Life sebagai solusi bagi karyawan yang terdampak oleh elektronifikasi. A-Life merupakan pengalihan pekerjaan atau perubahan jalur karir ke bidang yang berbeda dengan bidang sebelumnya yang bertujuan untuk memberi kesempatan kepada karyawan untuk menambah dan mengembangkan pengalaman baru sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Program A-Lifee merupakan penegasan bahwa Jasa Marga tidak mengorbankan kepentingan karyawan dalam menerapkan modernisasi.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

Jasa Marga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Perseroan yakin dengan peningkatan kualitas program TJSL akan memberikan respon positif untuk pertumbuhan bisnis pada tahun-tahun mendatang. Keberlanjutan program tanggung jawab sosial dan lingkungan senantiasa memerlukan inovasi dalam peningkatan kualitas program. Perseroan tidak berhenti dalam mengembangkan program baru yang dapat menjangkau masyarakat luas serta terus memperbaharui program yang telah memberikan dampak nyata bagi stakeholder.

Dengan berlandaskan pada itikad untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, menjalankan amanah dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan pemangku kepentingan, Perseroan mengajak setiap insan Jasa Marga untuk mewujudkan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Sinergi antara perusahaan dan pemangku kepentingan menjadi landasan yang kokoh untuk mewujudkan komitmen perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab atas pengelolaan lingkungan dan sosial. Kami berkeyakinan bahwa dengan keunggulan daya saing dan nilai-nilai berkelanjutan yang dimiliki, Perseroan mampu mewujudkan keseimbangan antara kinerja ekonomi (profit), dukungan karyawan dan lingkungan sosial (people), serta dukungan lingkungan alam sekitar (planet). Kami menyadari bahwa Triple Bottom Line (3Ps) bukanlah hanya sekedar konsep yang perlu dipahami, melainkan harus diimplementasikan dalam strategi dan proses bisnis keseharian

Komitmen tersebut kemudian dijabarkan melalui adanya unit yang bertanggung jawab atas berbagai program kerja khususnya terkait dengan tangung jawab sosial dan lingkungan. Komitmen tersebut juga tertuang dalam anggaran yang kami alokasikan secara khusus untuk mendorong berbagai aktivitas dan program di bidang antara lain: pengembangan sosial dan masyarakat (community development), kesehatan dan keselamatan kerja, perlindungan dan edukasi konsumen, serta program di bidang kelestarian alam sekitar

Komitmen Jasa Marga untuk terus berkontribusi dan tampil sebagai pilar dan penggerak bagi lajunya pembangunan ekonomi nasional melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur yang berkualitas khususnya jalan tol. Sebagai badan usaha yang memfasilitasi operasi jalan tol, Jasa Marga berperan strategis dalam menghubungkan sentra dan distribusi ekonomi masyarakat sehingga mampu menghasilkan nilai tambah perekonomian dan pemerataan pembangunan nasional.

PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI DAN ALASAN PERUBAHANNYA

Pada RUPS Tahunan Perseroan Tahun Buku 2016 pada 15 Maret 2017, telah terjadi pergantian jabatan di Direksi dan Komisaris berdasarkan usulan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna melalui surat No. SR171/MBU/03/2017 tentang Usulan Perubahan Pengurus PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Berdasarkan keputusan RUPS tersebut, usulan pemegang saham Seri A Dwiwarna tersebut disetujui dengan masa jabatan terhitung sejak tanggal penutupan RUPS Tahunan sampai dengan penutupan RUPS Tahunan yang kelima setelah tanggal pengangkatannya dan paling lama 5 tahun dengan memperhatikan peraturan di bidang pasar modal dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu. Anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang diangkat dan diberhentikan oleh RUPS telah melalui proses pencalonan sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN yang kemudian diusulkan melalui keputusan RUPS. Penetapan komposisi dan jumlah anggota Direksi dilakukan dengan memperhatikan visi dan misi serta rencana strategis Perseroan sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif, tepat dan cepat, serta menjunjung tinggi independensi, dan semata-mata untuk kepentingan Perseroan.

Di jajaran Dewan Direksi, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menetapkan memberhentikan Moh Najib Fauzan dari menjabat Direktur Operasi I, Anggiasari dari menjabat Direktur Keuangan/Direktur Independen, dan Christantio Prihambodo dari menjabat Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum. Kemudian selanjutnya mengangkat Mohammad Sofyan sebagai Direktur Operasi I, Donny Arsal sebagai Direktur Keuangan, dan Kushartanto Koeswiranto sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum/Direktur Independen. Di jajaran Dewan Komisaris, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan memberhentikan Taufik Widjoyono dari menjabat Komisaris, dan mengangkat Sugihardjo sebagai Komisaris.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan RUPS Tahunan Perseroan tersebut, Risalah RUPS Tahunan No. 20 tanggal 15 Maret 2017, susunan Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut.

NamaJabatan
Desi ArryaniDirektur Utama
Donny ArsalDirektur Operasi I
Mohammad SofyanDirektur Operasi II
Subakti SyukurDirektur Pengembangan
HasanudinDirektur Keuangan
Kushartanto KoeswirantoDirektur SDM dan Umum/Direktur Independen

Susunan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut.

NamaJabatan
Refly HarunKomisaris Utama
Agus SuharyonoKomisaris
Boediarso Teguh WidodoKomisaris
Muhammad Sapta MurtiKomisaris
SugihardjoKomisaris
Sigit WidyawanKomisaris Independen

Direksi merupakan organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan Perseroan serta melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi di kelompok usaha Jasa Marga. Direksi berpedoman pada Pedoman Kerja Direksi dan Dewan Komisaris (Board Manual) yang berisi petunjuk tata laksana kerja sehingga tercapai standar kerja yang tinggi. Dalam Board Manual tersebut diatur tugas Direksi; kewajiban Direksi; wewenang Direksi; hak Direksi; persyaratan Direksi; keanggotaan Direksi; Program Pengenalan dan Peningkatan Kapabilitas; etika jabatan Direksi; rapat Direksi; dan evaluasi kinerja Direksi.

Direksi Jasa Marga terdiri dari 6 orang, yaitu 1 Direktur Utama dan 5 Direktur, seluruhnya berdomisili di Indonesia. Seluruh anggota Direksi Perseroan telah memenuhi persyaratan formal dan material yang berlaku. Persyaratan formal bersifat umum, sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, sedangkan persyaratan material bersifat khusus, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sifat bisnis Perseroan. Perseroan juga memiliki 1 Direktur Independen, yang memiliki integritas dan kompetensi yang memadai, bebas dari pengaruh yang berhubungan dengan kepentingan pribadi atau pihak lain, serta dapat bertindak secara objektif dan independen dengan berpedoman pada prinsip-prinsip GCG. Keberadaan Direktur Independen dimaksudkan untuk menciptakan iklim yang lebih objektif dan independen, dan juga untuk menjaga fairness serta mampu memberikan keseimbangan antara kepentingan pemegang saham mayoritas dan perlindungan terhadap kepentingan pemegang saham minoritas termasuk pemegang saham publik dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam mengelola Perseroan, Direksi secara berkala menjalankan rapat Direksi untuk membahas berbagai aspek operasional, investasi, pengelolaan finansial, SDM, peluang dan prospek usaha ke depan.

Pada tahun 2017, kinerja Direksi yang tecermin dalam indikator kinerja kunci (Key Performance Indicator/KPI) terdiri dari 5 perspektif. Secara keseluruhan, realisasi pencapaian indikator kinerja kunci Direksi tahun 2017 mencapai nilai 106,7. Direksi menjalankan tugas dan tanggung jawab serta mewakili Perseroan untuk mencapai visi dan misi perusahaan untuk menjadi perusahaan jalan tol nasional terbesar, terpercaya dan berkesinambungan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh di seluruh aspek jenjang organisasi untuk mendapatkan evaluasi dan rekomendasi menjadikan Perseroan lebih baik lagi di kemudian hari dengan memperhatikan prinsip-prinsip GCG serta tata nilai perusahaan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan semangat kerja yang tinggi serta disertai kebersamaan yang erat, kami optimistis kinerja Perseroan di masa yang akan datang akan terus membaik. Perseroan juga optimistis mampu berkontribusi dalam meningkatkan konektivitas nasional sesuai dengan tema Laporan Tahunan Tahun 2017 ini “ Transformasi ”.

Tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan sehingga Jasa Marga dapat mencapai kinerja yang baik selama tahun 2017. Semua pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para karyawan Jasa Marga yang telah memberikan kontribusi positif kepada Perseroan.

Direksi juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemegang saham atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pada tahun 2017 Perseroan dapat terus melaksanakan berbagai pengembangan. Penghargaan juga kami sampaikan kepada pemerintah, masyarakat, pengguna jalan tol, serta para mitra kerja dan stakeholder lainnya atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan kepada Jasa Marga.

Semoga Tuhan yang Maha Esa memberikan karunia-Nya kepada kita semua.


Desi Arryani

Direktur Utama