Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Atas nama segenap Direksi dan jajaran manajemen PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Jasa Marga” atau “Perusahaan”), kami ucapkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena Perusahaan telah berhasil melewati tahun 2020 dengan cukup baik.

Dalam kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan pokok-pokok kegiatan pengelolaan Perusahaan yang kami lakukan di tahun 2020, khususnya dalam upaya mewujudkan Visi Perusahaan yaitu “Menjadi Perusahaan Jalan Tol Nasional Terbesar, Terpercaya dan Berkesinambungan”.

Kondisi Ekonomi dan Industri Jalan Tol 2020

Pandemi COVID-19 menjadi isu global sepanjang tahun 2020. Ekonomi dunia menghadapi tantangan yang sangat besar akibat penyebaran virus yang pertama kali ditemukan dari kota Wuhan, Tiongkok ini. Penyebarannya yang begitu cepat dan banyaknya jumlah korban yang jatuh, membuat banyak negara mengambil kebijakan untuk melakukan lockdown, baik untuk skala kota maupun negara. Akibatnya, perputaran roda ekonomi nyaris terhenti.

Akibat pandemi ini, hampir seluruh negara mengalami negative growth dan tak sedikit negara yang terjerumus ke jurang resesi ekonomi. Lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam laporan World Economy Outlook yang dirilis Oktober 2020 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 adalah sebesar -4,4%. Kondisi yang sama juga dialami di Indonesia. Sejak ditemukan kasus pertama pada awal Maret 2020, penyebaran COVID-19 di Indonesia berjalan begitu cepat. Jumlah korban yang terkonfirmasi positif dan jumlah korban meninggal juga cukup besar. Karenanya, Pemerintah mengambil sejumlah kebijakan dalam menghadapi pandemi ini, termasuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (Perppu 1/2020).

Di tingkat daerah, untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, sebagian besar daerah menerapkan kebijakan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Walau Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus untuk mempertahankan perputaran roda ekonomi, baik kepada rakyat miskin, korban terdampak maupun bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), namun ekonomi nasional tetap tertekan sehingga pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2020 hanya tercapai sebesar 2,07%.

Pandemi COVID-19 juga memberikan dampak yang sangat besar terhadap industri jalan tol. Pemberlakuan PSBB di berbagai daerah membuat mobilitas masyarakat menurun secara drastis. Demikian juga halnya dengan arus perdagangan barang dan jasa yang mengalami perlambatan. Hal tersebut menyebabkan turunnya volume kendaraan yang melintasi jalan tol sehingga berdampak pada penurunan pendapatan.

Dengan adanya pandemi COVID-19, pelaksanaan pembebasan lahan dan pekerjaan proyek konstruksi menjadi terhambat. Hal ini ditandai dengan mundurnya progress penyelesaian konstruksi di ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung, serta ruas Jakarta Outer Ring Road 2 yakni KunciranCengkareng dan Cinere-Serpong.

Strategi dan Kebijakan Strategis

Untuk mewujudkan Visi dan Misi Perusahaan, Jasa Marga di tahun 2020 tetap fokus dalam menjalankan transformasi agar dapat menjalankan lini proses bisnis yang efektif dan efisien. Salah satu hal penting dalam transformasi tersebut adalah pembenahan dari sisi Human Capital.

Pengembangan kapabilitas terus dilakukan di tengah maraknya COVID-19 dengan memanfaatkan teknologi melalui inisiasi program pembelajaran interaktif melalui media daring JM Talk serta pemanfaatan aplikasi JM Click. Penataan organisasi dilakukan lebih lanjut di anak perusahaan dengan menerapkan mekanisme rangkap jabatan Direksi anak perusahaan serta penataan administrasi baik di bagian operasional maupun pendukung/back office.

Perusahaan juga berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Sejak 2 tahun lalu, Jasa Marga berkomitmen untuk menerapkan teknologi pengoperasian jalan tol yang lebih andal melalui anak perusahaan di lini bisnis pengoperasian jalan tol yakni PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dengan menerapkan uji coba terbatas sistem transaksi non tunai nir henti berbasis Single Lane Free Flow (SLFF) with barrier dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang diberi tagline Let It Flo dan teknologi Automatic Vehicle Classification (AVC) di beberapa gerbang tol. Hal ini dilakukan agar waktu tempuh semakin cepat sehingga Perusahaan dapat meningkatkan pelayanan ekselen kepada pelanggan.

Dalam rangka mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di industri jalan tol, Perusahaan di tahun 2020 berhasil mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 29,46 km meliputi ruas Manado Bitung terdiri dari Segmen Manado s.d Simpang Susun Kauditan (20,5 km), ruas segmen Simpang Susun Kauditan s.d Simpang Susun Danowudu (5,85 km), dan ruas Pandaan Malang Seksi 5 Pakis II-Malang (3,11 km). Serta mendapatkan hak konsesi pengusahaan jalan tol baru yaitu Ruas Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 km.

Tantangan dan Kendala yang Dihadapi dan Langkah Penyelesaiannya

Pandemi COVID-19 menjadi tantangan utama yang dihadapi Perusahaan di tahun 2020. Tingginya angka penyebaran COVID-19 mendorong Pemerintah mengambil inisiatif untuk melakukan PSBB di berbagai daerah. Aturan PSBB tersebut membatasi okupansi perkantoran maksimal 50%, sehingga hal ini secara langsung mempengaruhi kegiatan operasional Perusahaan.

Menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan mengambil kebijakan untuk memberlakukan sistem kerja Work From Home (WFH). Perusahaan mewajibkan karyawan untuk tetap melakukan konfirmasi kehadiran melalui aplikasi terintegrasi Human Capital, JM Click. Selain itu, dengan memanfaatkan media pertemuan secara daring, komunikasi dan sharing informasi serta monitoring pekerjaan tetap dapat dilakukan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Sedangkan untuk karyawan yang harus melakukan aktivitas di kantor, Perusahaan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran Pemerintah. Demikian juga halnya dengan pekerja di lapangan, Perusahaan juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat agar karyawan terhindar dari penyebaran COVID-19.

Selain itu, dengan semakin banyak ruas jalan tol baru yang beroperasi di tahun 2020, beban bunga Perusahaan pun semakin meningkat. Di sisi lain, pendapatan tol yang dihasilkan di ruas-ruas jalan tol baru tersebut belum optimal. Oleh karena itu, Perusahaan berupaya untuk mengajukan relaksasi kepada perbankan, mencari alternatif pendanaan yang paling sesuai dengan kondisi Perusahaan, dan melakukan review atas jadwal pengoperasian bertarif ruas jalan tol baru.

Kinerja Jasa Marga 2020

Di tengah masa pandemi, Jasa Marga masih dapat mencatat kinerja yang baik. Walau cukup terkendala, namun secara umum kinerja operasional Perusahaan masih dapat berjalan dengan baik. Terdapat 2 ruas tol baru milik Perusahaan yang telah diresmikan operasionalnya yaitu Ruas Pandaan-Malang Seksi 5 sepanjang 3,11 km dan ruas Manado-Bitung Seksi 1-2A (Manado-SS Danowudu) sepanjang 26,35 km, sehingga total panjang jalan tol beroperasi adalah 1.191 km.

Selain itu, Perusahaan juga telah melaksanakan tahap pengadaan lahan untuk pembangunan ruas Probolinggo-Banyuwangi dan telah menandatangani Kontrak Konstruksi untuk Seksi 1 (Probolinggo-Besuki) yang dibagi ke dalam 3 paket dengan total panjang 29,60 km. Konstruksi direncanakan akan mulai dilaksanakan pada akhir Desember 2020. Selain ruas Probolinggo-Banyuwangi, ruas-ruas lain yang masih dalam tahap konstruksi di 2020 adalah sebagai berikut:

  • Ruas Cengkareng-Batuceper-Kunciran pada Seksi 1 Kunciran-Tirtayasa, Seksi 2 Tirtayasa-B. Betawi, Seksi 3 B.Betawi-H. Sastranegara, dan Seksi 4 H. Sastranegara-Benda.
  • Ruas Serpong-Cinere pada Seksi 1 Serpong Pamulang dan Seksi 2 Pamulang-Cinere (Simpang Sebidang).
  • Ruas Jakarta-Cikampek II Selatan pada Paket 3 (STA 34+150-TA 64+000).
  • Ruas Manado Bitung Seksi 2B: Danowudu-Bitung.

Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan, tahun 2020 Jasa Marga juga telah mengoperasikan beberapa rest area baru secara fungsional, antara lain rest area di KM 66 A dan 66 B Ruas Pandaan-Malang, rest area di KM 792 A dan 792 B Ruas Gempol-Pasuruan serta rest area di KM 36 A dan 36 B Ruas Balikpapan-Samarinda. Sedangkan rest area di KM 3 A dan 3 B Ruas Manado-Bitung masih dalam proses desain.

Selain berfokus mengembangkan bisnis konsesi jalan tol, Perusahaan juga berupaya memajukan bisnis pengoperasian jalan tol dan bisnis prospektif. Pada tahun 2020, dari sisi bidang bisnis pengoperasian jalan tol, Perusahaan melalui anak usaha, PT Jasamarga Tollroad Operator, telah berhasil mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.517,16 km yang terdiri dari jalan tol Jasa Marga Group sepanjang 1.151,74 km, dan jalan tol Non Jasa Marga Group sepanjang 365,52 km. Selain itu, pada bisnis pengoperasian bidang pemeliharaan jalan, Perusahaan melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance, telah berhasil melakukan pemeliharaan jalan sepanjang 922,99 km. Di sisi bisnis prospektif, Perusahaan melalui anak usaha PT Jasamarga Related Business, telah berhasil melakukan pengelolaan rest area yang berada di seluruh ruas tol Jasa Marga Group.

Dari aspek keuangan, pada tahun 2020 Perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp9.587,7 miliar. Pendapatan usaha Perusahaan utamanya masih berasal dari pendapatan jalan tol, yaitu sebesar Rp8.763,0 miliar atau 91,4% dari total pendapatan usaha.

Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan usaha yang dibukukan Perusahaan terkoreksi sebesar 12,71%, hal ini dikarenakan turunnya volume kendaraan yang melintas sebagai dampak dari kebijakan PSBB di berbagai daerah.

Di sisi lain, seiring dengan mulai beroperasinya Ruas Tol baru, Perusahaan pun membukukan kenaikan Beban Bunga yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp3.647,9 miliar meningkat 49,9% atau Rp1.214,2 miliar dari tahun 2019.

Penurunan Pendapatan Usaha serta peningkatan Beban Bunga tersebut sangat mempengaruhi pencapaian Laba Bersih Perusahaan, dimana Laba Bersih terealisasi sebesar Rp501,0 miliar menurun 77,3% dibandingkan realisasi tahun 2019. Selain Laba Bersih, EBITDA Perusahaan pun ikut terpengaruh dengan turunnya Pendapatan Usaha, dimana EBITDA terealisasi sebesar Rp5.984,5 miliar menurun 13% dibandingkan realisasi tahun 2019.

Perbandingan Target dan Realisasi

Secara umum, kinerja Perusahaan tahun 2020 berhasil mencapai target yang ditetapkan pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020. Berdasarkan laporan manajemen yang telah diaudit, realisasi beberapa sektor bisnis secara umum mengalami penurunan.

Pencapaian Ukuran Kinerja Utama/Key Performance Indicator Korporat tahun 2020 terealisasi 103% dari rencana 100%. Hal ini disebabkan oleh dua aspek kinerja, yakni kinerja keuangan dan pengembangan usaha. Dari aspek kinerja keuangan disebabkan pengendalian beban melalui skema prioritisasi program kerja mendukung pencapaian terhadap EBITDA. Dari aspek kinerja pengembangan usaha disebabkan progres proyek non jalan tol serta pendapatan usaha lain terealisasi lebih tinggi dari rencana.

Prospek Usaha Jasa Marga

Proses pemulihan ekonomi global akibat pandemi COVID-19 berjalan cukup baik. Dalam laporan World Economy Outlook pada bulan Oktober 2020, International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan bangkit di tahun 2021 dengan pertumbuhan sebesar 5,2%. Hal ini didasari oleh lebih cepatnya proses pemulihan ekonomi di beberapa negara maju sejak kuartal ketiga tahun 2020. Sebagai contoh Tiongkok, pada kuartal ketiga 2020 berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9% setelah sempat mengalami negative growth pada kuartal pertama 2020, yaitu -6,8%.

Demikian juga halnya dengan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 akan berada pada kisaran 4,8%- 5,8%. Prediksi tersebut dilandasi oleh adanya perbaikan ekonomi global dan stimulus fiskal yang diberikan oleh Pemerintah serta kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akomodatif. Beberapa indikator lain juga menjadi penunjang, seperti mobilitas manusia di sejumlah daerah yang meningkat serta angka penjualan eceran yang juga naik dan menunjukkan keyakinan konsumsi.

Tahun 2021, Perusahaan akan fokus untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan kesinambungan keuangan untuk membangun ketahanan Jasa Marga. Perusahaan berencana untuk melakukan penguatan struktur keuangan dengan melakukan refinancing di anak perusahaan lini bisnis konsesi jalan tol yang beroperasi penuh dan melakukan aksi korporasi baik bersifat hutang maupun ekuitas yang paling sesuai dengan kondisi di tahun 2021. Inisiatif yang akan dilakukan oleh Perusahaan yakni dengan melakukan penataan portofolio untuk dapat mengoptimalkan nilai dan menjaga kinerjanya secara kelompok usaha.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan

Pandemi COVID-19 menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi Jasa Marga, khususnya terkait dengan langkah mitigasi risiko yang disiapkan Perusahaan guna menghadapi kejadian luar biasa. Perusahaan telah melakukan review secara menyeluruh terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pandemi tersebut. Kendati kondisi pandemi tidak mengakibatkan adanya perubahan risiko utama bagi Perusahaan, namun Perusahaan juga telah menetapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi tatkala kejadian serupa akan terjadi lagi. Perusahaan telah melakukan perubahan dan penyempurnaan terhadap prosedur kerja dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Manajemen risiko menjadi salah satu bagian dari penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance - GCG), yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness. Jasa Marga berkomitmen untuk menjadikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas operasional Perusahaan. Tahun 2020, Perusahaan melakukan pengkinian terhadap sejumlah soft structure Good Corporate Governance (GCG), seperti Code of Conduct, Code of Corporate Governance, Pedoman Benturan Kepentingan, Pedoman Gratifikasi, dan Whistleblowing System. Hal tersebut dilakukan selain agar pelaksanaan GCG di lingkungan Jasa Marga tetap sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan Perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Dalam rangka mengukur efektivitas dan kesesuaian penerapan Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan Perusahaan, Jasa Marga juga secara rutin melakukan asesmen Good Corporate Governance (GCG) yang menjadi bagian dari mekanisme check and balances. Dengan asesmen, maka capaian kegiatan dapat diketahui dengan pasti dan tindakan lebih lanjut untuk memperbaiki kinerja suatu kegiatan dapat ditetapkan.

Tahun 2020, asesmen Good Corporate Governance (GCG) dilakukan oleh PT Sinergi Daya Prima dengan menggunakan parameter penilaian Kementerian BUMN yaitu SK-16/S. MBU/2012 tanggal 06 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Jasa Marga meraih skor “98,00” dengan predikat “Sangat Baik”. Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan hasil asesmen tahun sebelumnya, dimana Jasa Marga meraih skor “98,06” dengan predikat “Sangat Baik”.

Penilaian Kinerja Komite di Bawah Direksi dan Dasar Penilaiannya

Untuk menunjang pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi telah membentuk 2 (dua) Komite yang bertanggung jawab terhadap bidang tertentu, yaitu Komite Manajemen Risiko dan Komite Pengarah Teknologi Informasi. Kedua Komite tersebut bertugas untuk melakukan review dan memberikan rekomendasi terkait bidangnya masing-masing baik untuk kondisi saat ini maupun ke depan.

Pada tahun 2020, Komite Manajemen Risiko telah melaksanakan tugasnya melalui pertemuan dengan agenda yaitu review kebijakan dan tim strategis manajemen risiko Perusahaan, monitoring profil risiko korporat, monitoring rencana pengelolaan risiko, pembahasan aksi korporasi/rencana strategis Perusahaan dan evaluasi hasil pengukuran maturitas manajemen risiko korporat terintegrasi. Komite Manajemen Risiko juga telah memberi arahan pelaksanaan saat kondisi darurat, rencana kerja serta pengendalian terhadap kondisi darurat saat pandemi COVID-19 melanda.

Sedangkan Komite Pengarah Teknologi Informasi (IT Steering Committee) telah memberikan arahan terkait pengembangan Teknologi Informasi, baik IT Enterprise maupun IT Business. Saat ini, Jasa Marga telah memiliki laboratorium Internet of Things (IoT) yang berfungsi sebagai unit riset dan pengembangan terkait TI yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi internal Jasa Marga seperti Single Lane Free Flow (SLFF), Electronic Toll Collection (ETC), Intelligent Transportation System (ITS), dan Automatic Vehicle Classification (AVC).

Selain itu, sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19 di tahun 2020 ini, Komite Pengarah Teknologi Informasi juga memberikan arahan terkait Teknologi Informasi dalam memfasilitasi karyawan agar dapat bekerja dari rumah dan menggunakan Virtual Private Network (VPN) guna mengurangi penyebaran COVID-19 sehingga proses bisnis perusahaan tetap berjalan dengan baik.

Direksi menilai, selama tahun 2020, Komite Manajemen Risiko dan Komite Pengarah Teknologi Informasi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Perubahan Komposisi Direksi

Tahun 2020, komposisi Direksi Jasa Marga mengalami perubahan sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 11 Juni 2020. Pemegang Saham dengan suara bulat mengukuhkan pemberhentian Saudara Alex Denni sebagai Direktur Human Capital dan Transformasi yang mendapat penugasan baru sebagai Deputi Menteri Negara BUMN bidang SDM sejak 3 Maret 2020. Pemegang Saham juga dengan suara bulat memberhentikan dengan hormat Saudari Desi Arryani sebagai Direktur Utama dan Saudara Adrian Priohutomo sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

Selain itu, Pemegang Saham juga dengan suara bulat mengalihkan penugasan Saudara Subakti Syukur, dari semula Direktur Operasi menjadi Direktur Utama, dan mengangkat Saudara Arsal Ismail sebagai Direktur Pengembangan Usaha, Saudara Enkky Sasono Anas Wijaya sebagai Direktur Human Capital dan Transformasi dan Saudari Fitri Wiyanti sebagai Direktur Operasi. Dengan demikian, komposisi Direksi Jasa Marga pada 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Direktur Utama : Subakti Syukur
Direktur Keuangan : Donny Arsal
Direktur Bisnis : Mohammad Sofyan
Direktur Pengembangan Usaha : Arsal Ismail
Direktur Human Capital dan Transformasi : Enkky Sasono Anas Wijaya
Direktur Operasi : Fitri Wiyanti

Atas nama Perusahaan, kami mengucapkan terima kasih kepada Saudari Desi Arryani, Saudara Alex Denni dan Saudara Adrian Priohutomo atas dedikasi yang diberikan selama menjabat sebagai anggota Direksi Perusahaan.

Apresiasi

Dengan segala pencapaian yang telah diraih Perusahaan di tahun 2020, izinkan Direksi mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas kelancaran perjalanan operasi dan bisnis Perusahaan. Direksi menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pemegang Saham dan investor atas kepercayaan yang telah diberikan. Direksi juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Dewan Komisaris atas arahan dan kemitraan strategis dalam pengelolaan operasi dan bisnis Perusahaan. Demikian pula kepada regulator, pelanggan, pemasok dan mitra usaha, Direksi mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah tercipta.

Kepada seluruh insan Jasa Marga, Direksi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan di sepanjang tahun 2020 yang penuh tantangan. Seluruh kerja keras dan kerja cerdas ini akan menjadi pondasi bagi Perusahaan untuk dapat mengoptimalkan potensinya dan meraih kinerja terbaiknya di masa yang akan datang.

Jakarta, 5 Mei 2021

Atas Nama Direksi


Subakti Syukur

Direktur Utama