Perseroan menegaskan fokus usaha di tahun 2025 pada pertumbuhan berkelanjutan melalui strategi terintegrasi, inovasi teknologi, dan kebijakan operasional yang efektif.
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
Izinkan saya mengawali laporan ini dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, Perseroan berhasil menutup tahun 2025 dengan pencapaian yang positif. Di tengah berbagai tantangan, Perseroan tetap berkomitmen memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan. Laporan ini disusun untuk menginformasikan perkembangan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2025 sekaligus mempersiapkan landasan yang kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Kondisi Ekonomi dan Industri 2025
Sebagaimana dikutip dari Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia yang dirilis Desember 2025, perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diperkirakan menjadi sekitar 3,2% dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan.
Sementara itu, ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap lemah. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging market (EM).
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung membaik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025 membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Investasi, khususnya nonbangunan, membaik dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tecermin pada pola ekspansi Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur.
Permintaan domestik tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila dibandingkan dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar non-deliverable forward (NDF) baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah.
Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang solid, didukung kebijakan fiskal ekspansif, stimulus belanja negara, dan stabilitas moneter dari Bank Indonesia. Infrastruktur jalan tol tetap menjadi penggerak utama konektivitas, efisiensi logistik, dan pengembangan kawasan ekonomi. Sebagai pemimpin industri dengan pangsa pasar sekitar 42%, Jasa Marga mengelola 1.736 km konsesi, termasuk ruas strategis di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, serta menyelesaikan proyek strategis seperti Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo. Strategi pengembangan fokus pada efisiensi operasional, integrasi jaringan, dan diversifikasi pendapatan melalui model regional dan inisiatif beyond toll road, termasuk Toll Corridor Development, TIP modern, serta kerja sama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan jaringan fiber optic. Volume lalu lintas terus tumbuh, didukung pemulihan ekonomi dan kepercayaan publik, sementara penyesuaian tarif tol dilakukan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan kemampuan bayar pengguna. Dengan landasan ekonomi makro yang stabil dan dukungan kebijakan pemerintah, Jasa Marga berkomitmen memperkuat posisinya sebagai national toll road champion, meningkatkan kualitas layanan, efisiensi, dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Strategi dan Kebijakan Strategis
Perseroan menetapkan strategi yang berfokus pada pertumbuhan usaha, inovasi, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas layanan sebagai wujud implementasi visi dan misi baru. Strategi ini dituangkan secara rinci dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2025–2029 yang dibagi menjadi tiga fase, yaitu jangka pendek lima tahun, jangka menengah lima hingga sepuluh tahun, dan jangka panjang sepuluh hingga lima belas tahun. Setiap fase memiliki sasaran dan inisiatif yang dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis Perseroan sekaligus menyiapkan peluang pertumbuhan jangka panjang.
Pada tahun 2025, Perseroan menjalankan strategi jangka pendek dengan fokus pada peningkatan kinerja portofolio yang ada dan memperkuat interaksi dengan pelanggan. Perseroan menekankan pemanfaatan teknologi sebagai enabler layanan jalan tol yang inovatif dan sesuai kebutuhan pengguna. Perseroan juga meningkatkan performa portofolio eksisting, menjajaki peluang ekspansi ke pasar yang lebih luas, mendorong inovasi melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan di ekosistem jalan tol, memperluas implementasi sistem elektronik pembayaran tol melalui kerja sama dengan mitra strategis, dan menetapkan target serta inisiatif berkelanjutan yang mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional.
Strategi Perseroan disusun dalam sembilan aspek utama, terdiri dari tiga strategi bisnis yang berhubungan langsung dengan operasi utama dan enam strategi fungsional yang mendukung kelancaran dan efisiensi operasional. Strategi bisnis meliputi optimasi portofolio konsesi jalan tol melalui standarisasi biaya operasional, preservasi aset, dan upaya asset recycling yang memiliki kinerja di bawah standar, pengembangan pasar layanan pendukung jalan tol melalui pemanfaatan keunggulan kompetitif unik, serta pengelolaan aset non-tol untuk meningkatkan pendapatan tambahan dan memperkuat citra Perseroan.
Di sisi lain, Perseroan juga menjalankan enam strategi fungsional mencakup inovasi dan pengalaman pelanggan, pengembangan bisnis, penguatan infrastruktur teknologi, pengelolaan keuangan yang efisien, pengembangan organisasi dan sumber daya manusia, serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik. Dalam inovasi dan pengalaman pelanggan, Perseroan mengembangkan produk dan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna melalui manajemen inovasi dan kolaborasi yang efektif.
Sementara itu, strategi pengembangan bisnis menekankan transisi ke model investasi brownfield serta eksplorasi peluang di pasar internasional. Strategi teknologi menitikberatkan pada penguatan kapasitas dan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Strategi finansial diarahkan pada efisiensi biaya, pemanfaatan pendanaan alternatif, dan pengelolaan portofolio Perseroan secara terintegrasi. Strategi organisasi dan sumber daya manusia menekankan restrukturisasi organisasi, pengembangan kompetensi karyawan, serta pembentukan layanan bersama untuk mendukung pencapaian rencana bisnis. Strategi lingkungan, sosial, dan tata kelola bertujuan meningkatkan adopsi inisiatif ramah lingkungan dalam operasi utama dan membuka peluang pendanaan berkelanjutan.
Perseroan juga menerapkan lima kebijakan utama sebagai pedoman operasional dan pengambilan keputusan manajemen. Kebijakan pengembangan usaha memastikan penyelesaian ruas tol yang sedang konstruksi, penambahan kepemilikan jalan tol strategis, peningkatan nilai aset yang ada, serta studi kelayakan untuk proyek potensial. Bisnis prospektif dikelola melalui PT Jasamarga Related Business, dengan fokus pada pengembangan rest area modern dan ramah lingkungan, pengembangan layanan ritel dan hiburan di sepanjang koridor jalan tol, pemanfaatan energi terbarukan, daur ulang limbah, serta pembangunan koridor tol terintegrasi melalui sinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk badan usaha milik negara dan mitra strategis lainnya.
Kebijakan operasional menekankan peningkatan kualitas jalan tol melalui inovasi teknologi, efisiensi operasional berbasis data, pemenuhan standar pelayanan minimal, modernisasi sistem transaksi dengan skema nirhenti dan nirsentuh, penggunaan energi terbarukan, preservasi jalan tol yang berkelanjutan, serta kontrol kelebihan muatan. Kebijakan keuangan menekankan stabilitas finansial jangka panjang, pengelolaan investasi operasional dan pengembangan bisnis secara efisien, serta penerapan metode amortisasi berbasis penggunaan.
Kebijakan organisasi dan sumber daya manusia meliputi restrukturisasi organisasi, pengembangan kompetensi, penyusunan rencana tenaga kerja yang adaptif, rekrutmen kader pemimpin, serta pembentukan pemimpin masa depan berkarakter dan bertalenta. Kebijakan teknologi menekankan percepatan transformasi digital, modernisasi infrastruktur teknologi informasi, integrasi sistem back office dengan operasi jalan tol, pengadaan terpusat, standarisasi spesifikasi, dan penerapan tata kelola teknologi informasi dan data yang sesuai dengan pedoman Perseroan.
Dengan strategi dan kebijakan yang komprehensif ini, Perseroan menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kualitas layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur jalan tol sebagai tulang punggung konektivitas dan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Peranan Direksi dalam Perumusan Strategi dan Kebijakan Strategis
Seluruh Jajaran Direksi aktif merumuskan strategi dan kebijakan Perseroan dengan memperhatikan kondisi pasar dan regulasi yang berlaku. Pendekatan ini memastikan setiap strategi yang diambil relevan, fleksibel, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis. Dengan cara ini, Perseroan tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga memanfaatkan peluang yang muncul di pasar. Direksi secara rutin meninjau kinerja Perseroan dan melakukan penyesuaian kebijakan agar operasional tetap efisien dan responsif.
Selain menetapkan strategi korporat secara umum, Direksi juga menekankan arah dan kebijakan strategis untuk setiap unit bisnis. Hal ini meliputi penetapan target yang jelas, perencanaan pertumbuhan yang terukur, dan penyediaan fasilitas penting, termasuk teknologi dan infrastruktur, yang mendukung pencapaian tujuan. Sumber daya manusia menjadi fokus utama, dengan memastikan seluruh tenaga kerja memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan di industri jalan tol. Direksi juga mengelola risiko dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan dan tindakan cepat untuk meminimalkan gangguan terhadap operasional.
Direksi bekerja sama secara erat dengan Dewan Komisaris untuk mendapatkan arahan dan masukan yang konstruktif. Kolaborasi ini memastikan setiap kebijakan mempertimbangkan perspektif internal maupun eksternal. Direksi bertanggung jawab menjaga organisasi berjalan efektif melalui kebijakan dan prosedur yang jelas, didukung sistem manajemen risiko yang solid dan menyeluruh.
Proses yang Dilakukan Direksi untuk Memastikan Implementasi Strategi
Direksi memastikan implementasi strategi Perseroan tahun 2025 berjalan sesuai rencana melalui serangkaian proses yang terstruktur. Pertama, Direksi menetapkan sasaran strategis jangka panjang yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. Kemudian RJPP dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Key Performance Indicators (KPI) yang jelas, terukur dan selaras dengan Visi dan Misi Perseroan. Seluruh target tersebut kemudian diturunkan menjadi program inisiatif strategis dan program kerja di masing-masing Unit Kerja dan Anak Perusahaan.
Berdasarkan Visi Perseroan yaitu “Inovasi menuju peningkatan nilai yang berkelanjutan”, Jasa Marga merumuskan beberapa Misi yang secara umum berfokus kepada pertumbuhan usaha, inovasi, keberlanjutan serta pelayanan terbaik. Untuk mewujudkan Visi dan Misi tersebut, tujuan strategis yang akan dicapai Perseroan selama lima tahun ke depan melalui RJPP 2025-2029 yaitu meningkatkan kinerja portofolio yang sudah ada serta melibatkan dan memahami pelanggan dengan lebih baik.
Kedua, Direksi melakukan proses monitoring dan evaluasi secara berkala melalui laporan manajemen, rapat kinerja, maupun forum-forum khusus untuk melakukan tinjauan terkait dengan strategi. Evaluasi ini mencakup pencapaian KPI, progress program inisiatif strategis, serta mengidentifikasi hambatan dan juga risiko. Dengan demikian, setiap deviasi atau perbedaan dari rencana awal dan realisasi dapat segera diidentifikasi dan diberikan arahan tindak lanjut.
Untuk memastikan seluruh inisiatif strategis berjalan efektif dan sesuai arah RJPP, Direksi dibantu unit-unit khusus yang berperan sebagai pusat pengendalian pelaksanaan program strategis. Unit ini menjalankan fungsi Program Management Office (PMO) yang bertanggung jawab mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan inisiatif strategis di seluruh lini organisasi dan Anak Perusahaan. Secara berkala, Direksi memantau capaian, kendala, serta kebutuhan dukungan implementasi strategi melalui mekanisme pelaporan rutin. Proses pemantauan dilakukan dengan koordinasi langsung bersama unit kerja terkait untuk memastikan keselarasan pelaksanaan program dengan sasaran strategis Perseroan.
Dalam menjalankan perannya, Direksi memastikan tiga fungsi utama terlaksana secara konsisten, yaitu koordinasi, kesinambungan, dan efektivitas. Melalui fungsi koordinasi, Direksi memastikan setiap inisiatif strategis terintegrasi lintas direktorat dan unit kerja sehingga menghindari tumpang tindih dan menjaga efektivitas komunikasi organisasi. Pada aspek kesinambungan, Direksi menjaga stabilitas pelaksanaan program melalui pemantauan berkelanjutan dan mekanisme pengendalian yang sistematis. Sementara dari sisi efektivitas, Direksi mengoptimalkan penggunaan waktu, biaya, dan sumber daya manusia agar target strategis tercapai tepat sasaran dan sesuai jadwal.
Direksi juga menerapkan pendekatan continuous improvement dengan kerangka Plan–Do–Check–Act (PDCA) untuk memastikan setiap tahapan implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut berjalan konsisten dan adaptif terhadap perubahan. Selain itu, Direksi memastikan seluruh pelaksanaan strategi sejalan dengan kebijakan, regulasi, dan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Pengawasan internal dilakukan melalui pemantauan ketat terhadap alokasi sumber daya, kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan, serta pelibatan fungsi audit internal dalam menilai efektivitas implementasi strategi.
Perbandingan antara Hasil yang Dicapai dengan yang Ditargetkan
Salah satu indikator utama keberhasilan Perseroan tercermin dari capaian kinerja tahun 2025 dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan dalam RKAP 2025. Sepanjang tahun tersebut, Perseroan mampu membukukan kinerja yang solid, dengan mayoritas indikator utama menunjukkan hasil yang positif. Dalam menghadapi dinamika pasar dan kondisi ekonomi yang terus bergerak, Direksi secara konsisten memastikan bahwa setiap strategi dan keputusan operasional selaras dengan target yang realistis, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Capaian tersebut mencerminkan tidak hanya keberhasilan finansial, tetapi juga efektivitas Perseroan dalam menjalankan program dan inisiatif strategis yang telah direncanakan.
Melalui langkah-langkah proaktif, termasuk optimalisasi layanan dan pengembangan infrastruktur yang berkesinambungan, Perseroan berhasil memenuhi target sebagaimana tertuang dalam RKAP 2025. Pertumbuhan volume lalu lintas serta peningkatan pendapatan tol merupakan salah satu elemen penting dalam berkontribusi terhadap stabilitas dan keberlanjutan kinerja keuangan Perseroan. Selain itu, komitmen terhadap prinsip keberlanjutan terus diintegrasikan ke dalam setiap proses bisnis, memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan mendukung pencapaian target secara keseluruhan.
Kinerja Utama Perseroan, yang mencerminkan Kinerja seluruh Anggota Direksi diukur melalui lima perspektif strategis, yaitu (i) Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, (ii) Inovasi Model Bisnis, (iii) Kepemimpinan Teknologi, (iv) Peningkatan Investasi, dan (v) Pengembangan Talenta. Dari perspektif ini, nilai total Key Performance Indicator (KPI) korporat (Direktur Utama beserta Anggota Direksi lainnya) tahun 2025 tercapai sebesar 105,07%, yang menunjukkan pencapaian di atas rencana sebesar 5,07%. Hasil ini menegaskan komitmen Perseroan yang tidak hanya mengejar kinerja finansial, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pencapaian Lima Perspektif Strategis Indikator Kinerja Perseroan Tahun 2025

Di sisi lain, dengan mempertimbangkan kondisi internal, kondisi makro, dan proyeksi pasar ke depan, Perseroan telah merancang target rencana bisnis dari beberapa komponen substansial sebagai tolak ukur dalam menilai kinerja usaha. Manajemen menilai bahwa Jasa Marga telah berhasil mengarungi tahun 2025 dengan hasil yang baik. Keberhasilan Perseroan dapat dilihat dari capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2025. Pada tahun tersebut, Perseroan berhasil menunjukkan kinerja yang baik, dengan berbagai indikator utama yang mencapai hasil optimal. Di tahun 2025, Jasa Marga merencanakan perolehan dari beberapa komponen substansial sebagai tolak ukur dalam menilai kinerja Perseroan. Perbandingan antara rencana dan realisasi adalah sebagai berikut:

Mengingat kondisi pasar dan ekonomi yang terus bergerak dinamis, Direksi memastikan setiap strategi dan kebijakan yang dijalankan berfokus pada pencapaian target yang realistis dan terukur. Hasil yang diraih tidak hanya mencerminkan kinerja finansial Perseroan, tetapi juga menegaskan kemampuan perusahaan dalam mengelola dan melaksanakan berbagai inisiatif strategis yang telah dirancang.
Tantangan dan Kendala yang Dihadapi dan Langkah Penyelesaiannya
Seiring dengan upaya Perseroan dalam menjaga kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, Jasa Marga tetap dihadapkan pada berbagai tantangan baik dari faktor eksternal maupun internal. Dinamika ekonomi global, keterlambatan proyek strategis, serta kompleksitas pengelolaan aset jalan tol menjadi faktor yang memerlukan perhatian dan penanganan komprehensif. Perseroan memandang setiap tantangan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat ketahanan operasional, meningkatkan tata kelola, dan mempercepat transformasi menuju Perseroan mobilitas terintegrasi yang berkelanjutan.
Secara umum, Perseroan menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan kegiatan usaha dan telah mengambil langkah penanganan yang terukur untuk memastikan keberlangsungan operasional dan pencapaian target kinerja. Salah satu kendala utama adalah penyesuaian tarif jalan tol, serta perubahan mekanisme pemeriksaan lapangan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM). Perseroan merespon tantangan tersebut dengan memperkuat koordinasi lintas instansi dan memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi agar proses penyesuaian tarif dapat berjalan lebih cepat dan tepat waktu.
Selain itu, beberapa proyek konstruksi strategis juga mengalami hambatan termasuk di antaranya kendala pembebasan lahan yang kompleks. Untuk mengatasinya, Perseroan meningkatkan koordinasi dengan kementerian terkait, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan kontraktor guna mempercepat penyelesaian masalah serta menjaga kesinambungan proyek sesuai rencana kerja.
Dari sisi operasional, Perseroan juga menghadapi risiko kerugian akibat faktor eksternal seperti kecelakaan, bencana alam, dan gangguan keamanan atau infrastruktur. Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap insiden, memperkuat sistem pengendalian internal, serta meningkatkan efektivitas manajemen risiko operasional di seluruh lini guna meminimalkan dampak terhadap kinerja Perseroan.
Tantangan lain muncul dari aspek teknologi dan keamanan siber, di mana gangguan teknis seperti kerusakan perangkat kamera, converter, dan sistem Real Time Streaming Protocol (RTSP) memengaruhi efektivitas pemantauan lalu lintas dan pengawasan operasional. Sebagai respons, Perseroan memperkuat infrastruktur teknologi informasi, meningkatkan pemeliharaan preventif, serta membangun Security Operation Center dan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman siber secara berkelanjutan.
Perseroan juga terus memperkuat sistem pengendalian internal dan kepatuhan serta meningkatkan efektivitas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan anti-fraud serta menumbuhkan budaya integritas di seluruh jajaran organisasi. Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan kompetensi pegawai, digitalisasi pelaporan gratifikasi, dan integrasi Whistleblowing System Jasa Marga (Jasa Marga Amanah) dengan sistem pelaporan nasional (Aroma) yang terintegrasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), guna memastikan tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, Jasa Marga berkomitmen menjaga stabilitas kinerja, memastikan keberlanjutan proyek strategis nasional, dan memperkuat fondasi tata kelola perusahaan yang transparan, adaptif, serta berdaya saing tinggi.
Penilaian Kinerja Komite di bawah Direksi dan Dasar Penilaiannya
Direksi Jasa Marga memiliki beberapa Komite di bawah Direksi, di antaranya: Komite Manajemen Risiko, Komite Pengarah Teknologi Informasi, dan Komite Sustainability (sebelumnya Komite TJSL) yang membantu pelaksanaan tugas Direksi. Atas kinerja Komite Manajemen Risiko, Komite Pengarah Teknologi Informasi, dan Komite Sustainability di tahun 2025, Direksi menilai bahwa ketiga Komite tersebut telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan telah memberikan sejumlah rekomendasi dan saran kepada Direksi terkait impelementasi manajemen risiko, pengembangan TI, dan pelaksanaan TJSL di Perseroan.
Sepanjang tahun 2025, Direksi menilai bahwa ketiga komite pendukung telah menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dengan sangat baik. Ketiga komite tersebut melaksanakan mandatnya secara efektif dengan menunjukkan komitmen yang kuat terhadap penguatan manajemen risiko, akselerasi transformasi teknologi, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usaha.
Dalam pelaksanaan tugasnya, masing-masing komite bekerja sesuai dengan pedoman dan prosedur yang telah ditetapkan, sekaligus memberikan rekomendasi strategis kepada Direksi atas berbagai isu material yang memerlukan perhatian khusus. Melalui rapat yang diselenggarakan secara berkala, komite memastikan pemantauan atas perkembangan terkini di bidang risiko, teknologi informasi, dan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), serta melakukan penyesuaian kebijakan dan strategi guna merespons dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis.
Direksi secara periodik melakukan evaluasi atas kinerja komite berdasarkan kerangka kebijakan yang berlaku untuk memastikan keselarasan program kerja dengan kondisi ekonomi, arah strategis Perseroan, serta ketentuan regulasi yang relevan. Evaluasi dilaksanakan melalui mekanisme yang sistematis dan terukur, mencakup penilaian atas capaian kinerja, efektivitas pelaksanaan rapat, serta kontribusi terhadap proses pengambilan keputusan strategis. Dengan pendekatan tersebut, Direksi memastikan bahwa seluruh komite beroperasi secara optimal dan memberikan nilai tambah yang signifikan dalam mendukung pencapaian tujuan jangka pendek maupun jangka panjang Perseroan.
Prospek Usaha
Menghadapi tahun 2026, Jasa Marga menghadapi prospek usaha yang konstruktif, didukung oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap solid, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta komitmen Pemerintah dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis. Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 42% dari total panjang jalan tol yang beroperasi nasional, Perseroan berada pada posisi strategis untuk terus memperluas jaringan, memperdalam integrasi layanan, dan mempercepat transformasi bisnis menuju Perseroan infrastruktur berskala global.
Dalam konteks industri, peningkatan mobilitas masyarakat, pertumbuhan pusat ekonomi baru di berbagai wilayah, serta akselerasi pembangunan di berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa menjadi katalis utama bagi perluasan jaringan jalan tol. Pertumbuhan ini membuka ruang yang luas bagi Jasa Marga untuk memperluas portofolio konsesi secara selektif dan memperkuat integrasi layanan pada ruas- ruas tol prioritas. Tren positif tersebut juga diperkuat oleh meningkatnya kebutuhan terhadap layanan jalan tol yang andal, efisien, dan berorientasi kepada pengguna.
Jasa Marga secara aktif berkontribusi dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, yang semakin memperkokoh posisi Perseroan sebagai mitra utama Pemerintah dalam pengembangan jaringan jalan tol terintegrasi.
Di sisi lain, ekspansi dan penguatan portofolio bisnis telah menjadi agenda penting Jasa Marga. Strategi pertumbuhan Perseroan berfokus pada optimalisasi portofolio konsesi dan diversifikasi bisnis di sektor prospektif. Dengan pendekatan selektif dan berbasis kelayakan komersial, Perseroan menyeimbangkan ekspansi dengan kapasitas keuangan yang terukur. Ke depannya, Jasa Marga memproyeksikan total 1.736 km konsesi, dengan 1.373 km telah beroperasi hingga akhir tahun 2026. Pembangunan ruas prioritas dan akses tambahan akan berlanjut di koridor utama Trans Jawa, serta wilayah pertumbuhan baru di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, guna meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Lini bisnis pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) terus diperkuat dengan penerapan teknologi cerdas, otomatisasi, dan sistem pemeliharaan prediktif. Pendekatan ini menjaga kualitas layanan sekaligus efisiensi biaya operasional. Sementara itu, pengembangan bisnis prospektif melalui PT Jasamarga Related Business (JMRB) diarahkan untuk memaksimalkan potensi pendapatan usaha lain melalui pengelolaan rest area, bisnis iklan, Toll Corridor Development (TCD), serta penyediaan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Transformasi digital dan inovasi operasional juga diakselerasi sesuai perkembangan zaman. Perseroan mempercepat agenda digitalisasi sebagai fondasi pengelolaan bisnis modern. Implementasi Jasamarga Integrated Maintenance Management System (JIMMS), Jasamarga Integrated Digitalmap (JID), serta integrasi SAP Analytic Cloud (SAC) membentuk ekosistem data-driven decision making yang meningkatkan efisiensi operasional, akurasi pelaporan, dan responsibilitas tim lapangan. Teknologi seperti Intelligent Transportation System (ITS), Electronic Toll Collection (ETC), dan Traffic Information Center (TIC) turut mendukung peningkatan keselamatan, kenyamanan, dan kemudahan perjalanan bagi pengguna jalan.
Transformasi digital ini juga memperkuat peran Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat kendali operasional nasional yang terintegrasi, mendukung keandalan layanan secara real-time, sekaligus menjadi tulang punggung dalam implementasi sistem transportasi cerdas di jaringan tol Indonesia.
Manajemen senantiasa berkomitmen untuk terus memprioritaskan penguatan struktur keuangan sebagai fondasi keberlanjutan kinerja Perseroan. Di tengah dinamika makroekonomi global dan pergerakan suku bunga yang fluktuatif, Perseroan menerapkan strategi pembiayaan yang disiplin dan terukur. Berbagai inisiatif, mulai dari optimalisasi program asset recycling, pemanfaatan peluang pendanaan di pasar modal, hingga penerapan instrumen pembiayaan hijau, dijalankan secara konsisten sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kolaborasi erat dengan entitas anak dan mitra strategis turut memperkuat posisi kas, menjaga likuiditas, serta meningkatkan efisiensi biaya pembiayaan, sehingga Perseroan tetap berada pada jalur pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Perseroan juga menanamkan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aktivitas bisnis, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan emisi, hingga pengembangan rest area ramah lingkungan dengan penggunaan energi terbarukan, pengelolaan sampah dan air, serta menyediakan ruang usaha bagi UMKM lokal untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berimbang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Berdasarkan RJPP 2025–2029 bertema “Meningkatkan Kinerja Portofolio yang Sudah Ada serta Melibatkan dan Memahami Pelanggan dengan Baik”, Jasa Marga berkomitmen menjadi perusahaan mobilitas terintegrasi (Integrated Mobility Company). Perseroan fokus mengoptimalkan kinerja portofolio jalan tol dan entitas anak untuk memperkuat profitabilitas, mendorong inovasi layanan digital demi pengalaman pelanggan yang lebih baik, mengembangkan infrastruktur berkelanjutan termasuk green toll road, meningkatkan kapabilitas organisasi serta kompetensi sumber daya manusia, dan menjalin kolaborasi strategis dengan mitra nasional maupun global untuk mempercepat penciptaan nilai jangka panjang serta memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Jasa Marga terus memperkuat komitmen dalam menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) secara menyeluruh dan konsisten di seluruh aktivitas usaha. Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara aktif memastikan seluruh prinsip GCG dijalankan melalui langkah konkret dan terukur. Setiap unit kerja melaksanakan Fraud Risk Assessment (FRA) yang terintegrasi dengan Bribery Risk Assessment (BRA) dengan pendampingan langsung dari Legal & Compliance Group selaku Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan dan Fungsi Satuan Anti-Fraud. Perseroan juga memperluas penerapan Integrated Compliance Management System hingga ke Anak Perusahaan melalui penyusunan Compliance Obligation List, pelaksanaan self- assessment kepatuhan berkala, serta pemantauan tingkat kepatuhan terhadap daftar kewajiban tersebut. Untuk memperkuat tata kelola, Jasa Marga telah mengoperasikan aplikasi Regulatory Compliance System berbasis digital yang memungkinkan pengawasan kepatuhan secara real- time di seluruh entitas usaha.
Di sisi lain, dalam pengelolaan Whistleblowing System (WBS) selama tahun 2025, Perseroan bekerja sama dengan pihak independen sebagai pengelola kanal pelaporan WBS yakni PT DC Solutions. Selama tahun 2025, masih terdapat 1 laporan dugaan pelanggaran dalam lingkup WBS yang masih dalam proses tindak lanjut.
Sebagai perusahaan terbuka dan BUMN, Jasa Marga berkomitmen dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) yang implementasinya diukur baik melalui assessment dan/atau self-assessment GCG berdasarkan parameter berdasarkan POJK No. 21/POJK.04/2015, SEOJK No. 32/SEOJK.04/2015, serta Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUGKI). Selain mengacu pada prinsip TARIF (Transparency/Transparansi, Accountability/ Akuntabilitas, Responsibility/Tanggung Jawab, Independence/Kemandirian, dan Fairness/Kewajaran), implementasi GCG Perseroan juga mengacu pada best practice, di antaranya Perilaku Beretika, Transparansi, Akuntabilitas, dan Keberlanjutan (ETAK). Langkah ini menegaskan komitmen Perseroan untuk menjaga standar tata kelola yang tinggi di tengah perubahan kebijakan penilaian nasional.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2025, Jasa Marga melakukan kembali penilaian ACGS, yang penilaiannya didasarkan pada informasi publik, termasuk namun tidak terbatas pada Laporan Tahunan 2024 serta situs web Perseroan. Berdasarkan laporan penilaian ACGS yang dilakukan oleh pihak independen the Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), Total Corporate Governance Score (overall score) berdasarkan parameter ACGS untuk tahun 2025, Perseroan memperoleh hasil capaian sebesar 103,46 dengan predikat sebagai “Leadership in Corporate Governance”.
Perseroan juga mengimplementasikan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) untuk memastikan keandalan laporan keuangan konsolidasian dan efektivitas pengendalian internal. Implementasi ICOFR mengacu pada COSO Internal Control Framework dan COBIT 2019 Framework, serta sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/02/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan.
Proses penerapan ICOFR dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan utama. Pada tahap perencanaan, menentukan ruang lingkup dengan melakukan penentuan materialitas, penentuan akun dan pengungkapan laporan keuangan signifikan, penentuan perusahaan signifikan, penentuan proses bisnis signifikan dan penentuan aplikasi signifikan dan Information Technology General Control (ITGC). Selanjutnya, unit kerja mengidentifikasi risiko dan merancang pengendalian yang terdokumentasi dalam Business Process Mapping dan Risk Control Matrix (RCM). Setelah rancangan dikaji dan divalidasi, tahap implementasi dan pemantauan berkelanjutan dilakukan melalui Control Self Assessment (CSA) dan pemutakhiran BPM serta RCM. Pada tahap evaluasi, Lini ketiga dalam Fungsi ICOFR dalam hal ini merupakan IAU Group melaksanakan Test of Design (TOD) dan Test of Operating Effectiveness (TOE) untuk memastikan efektivitas pengendalian dalam penyusunan laporan keuangan. Setiap defisiensi yang ditemukan langsung ditindaklanjuti melalui proses remediasi, dan hasil akhir dilaporkan kepada manajemen sebelum dilakukan external assurance oleh auditor eksternal.
Dengan penerapan GCG yang konsisten dan pengendalian internal yang kuat, Jasa Marga memastikan tata kelola perusahaan berjalan transparan, akuntabel, dan berintegritas. Langkah ini tidak hanya memperkuat kepercayaan publik dan regulator, tetapi juga menjadi fondasi bagi tercapainya kinerja yang berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Perubahan Komposisi Direksi
Sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola dan optimalisasi peran, fungsi serta pelaksanaan tugas Direksi, Perseroan melakukan penyesuaian susunan Direksi berdasarkan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025. Sehingga susunan Direksi pada akhir tahun buku 2025 yaitu sebagai berikut:
Komposisi Direksi pada Akhir Tahun Buku 2025
| Nama | Jabatan | Dasar Pengangkatan Pertama Kali |
|---|---|---|
| Rivan A. Purwantono | Direktur Utama | Keputusan RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 tanggal 07 Mei 2025 |
| Reza Febriano | Direktur Bisnis | Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 22 Desember 2021 |
| Yoga Tri Anggoro | Direktur Human Capital dan Transformasi | Keputusan RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 tanggal 07 Mei 2025 |
| Pramitha Wulanjani | Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko | Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 08 Februari 2023 |
| Fitri Wiyanti | Direktur Operasi | Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025 |
| Yaya Ruhiya | Direktur Layanan | Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025 |
| Ari Respati | Direktur Pengembangan Usaha | Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025 |
Segenap jajaran Direksi berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik untuk kepentingan Para Pemegang Saham dan Para Pemangku Kepentingan Lainnya.
Apresiasi
Tahun 2025 telah dilalui dengan penuh dinamika dan tantangan, namun Jasa Marga berhasil menjaga kinerja yang solid dan berkelanjutan. Direksi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Jasa Marga atas dedikasi, semangat, dan komitmen luar biasa dalam memberikan kinerja terbaik bagi Perseroan. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Dewan Komisaris atas dukungan, arahan, serta rekomendasi konstruktif yang senantiasa memperkuat tata kelola perusahaan.
Atas nama Perseroan, Direksi juga menyampaikan penghargaan kepada para pemegang saham, mitra kerja, dan pengguna jalan tol atas kepercayaan serta kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam perjalanan transformasi Jasa Marga menuju perusahaan mobilitas terintegrasi yang berkelanjutan. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, kami optimistis Jasa Marga akan terus melaju menghadapi tantangan dan memanfaatkan setiap peluang untuk menciptakan pertumbuhan kinerja yang optimal.
Jakarta, 28 April 2026
Atas Nama Direksi
