Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Jasa Marga” atau “Perseroan”) mampu melewati tahun 2021 dengan pencapian kinerja cukup baik.

Atas nama segenap Direksi dan jajaran manajemen, perkenankan kami menyampaikan pencapaian kinerja dan kegiatan pengelolaan Perseroan selama tahun 2021, ,khususnya dalam upaya mewujudkan Visi, Misi, dan tujuan Perseroan serta kontribusi bagi negeri tercinta Indonesia.

Kondisi Ekonomi dan Industri 2021

Tahun 2021, tahun kedua pandemi COVID-19 masih menjadi tahun penuh tantangan bagi semua pihak. Namun demikian, semua negara memiliki optimisme untuk keluar dari krisis akibat pandemi ini melalui berbagai upaya dan kebijakan.

Pemulihan ekonomi global diprediksi masih akan terus berlanjut. Proyeksi International Monetary Fund (IMF) dalam rilis terbaru World Economic Outlook (WEO) menyatakan ekonomi global tumbuh 5,9% di tahun 2021 dan 4,9% pada tahun 2022.

"Untuk memastikan pengelolaan bisnis sejalan dengan arah pencapaian Visi dan Misi Perseroan, di tahun 2021 Jasa Marga berfokus pada peningkatan produktivitas dan pemulihan kinerja melalui implementasi program inisiatif strategis."

Solidnya proyeksi perekonomian global didukung oleh tambahan stimulus fiskal yang kuat dan akselerasi vaksinasi yang memungkinkan reopening lebih luas, khususnya di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa. Namun demikian, pemulihan ekonomi global terjadi tidak merata (uneven recovery) karena perbedaan situasi pandemi COVID-19, kecepatan vaksinasi, dan dukungan stimulus ekonomi.

Perekonomian Indonesia menunjukkan perbaikan dengan kontraksi yang semakin menipis pada tahun 2021 tumbuh sebesar 4,5% (yoy), tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Perbaikan terjadi di seluruh sektor dengan kontraksi yang mengecil dan pertumbuhan positif pada enam sektor lainnya. Pemulihan ekonomi didorong oleh kinerja sektor eksternal yang meningkat tinggi dan berlanjutnya stimulus fiskal. Kecepatan pemulihan sektor transportasi dan pergudangan tergolong paling lambat sejalan dengan pembatasan mobilitas yang masih berlaku.

Perkembangan fiskal menunjukkan peningkatan baik pada pendapatan maupun belanja. Realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai 114,9% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai 101,3% dari APBN 2021. Realisasi bantuan sosial telah mencapai 97,8% dari pagu yang didorong oleh program bantuan sosial dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat miskin dan rentan miskin. Sementara itu, realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) lebih tinggi 3,0% dibandingkan dengan periode Desember tahun 2020. Berdasarkan realisasi pandapatan dan belanja tersebut, defisit anggaran sampai dengan dengan 31 Desember 2021 sebesar Rp783,7 triliun atau sekitar 4,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sisi moneter, BI7DRR diturunkan menjadi 3,5% sejak Februari sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi di tengah inflasi yang rendah. Tingkat inflasi pada tahun 2021 sebesar 1,9% (YoY), Perkembangan inflasi di tahun 2021 dipengaruhi oleh penurunan inflasi inti dan belum kuatnya permintaan domestik sebagai dampak pandemi COVID-19. Sampai dengan Desember tahun 2021, Bank Indonesia menambah likuiditas di perbankan sekitar Rp147,8 trilliun (per tahun 2021). Ekspansi moneter juga diperkuat dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana. Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah seiring dengan meningkatnya yield US Treasury sehingga menghambat aliran modal asing masuk ke Indonesia.

Tingginya kasus penyebaran virus COVID-19 sepanjang awal sampai pertengahan tahun 2021, memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kinerja industri jalan tol. Hal ini disebabkan oleh menurunnya mobilitas masyarakat, yang menghindari terpapar oleh virus COVID-19 dan Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di banyak wilayah di tanah air. Kedua hal tersebut membuat volume kendaraan yang melintas di jalan tol mengalami penurunan yang signifikan.

Namun demikian, industri jalan tol tetap menjanjikan potensi yang sangat besar. Sebagai negara berkembang dengan luas wilayah yang sangat besar, keberadaan jalan tol mutlak dibutuhkan. Jalan tol berfungsi untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan arus barang dan jasa serta mobilitas masyarakat dapat lebih ditingkatkan sehingga memperlancar pergerakan masyarakat, barang, dan jasa.

Pembangunan jalan tol menjadi salah satu infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Pemerintahan akan terus membangun jalan tol hingga 2024. Ruas tol yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional 2020-2024 era kepemimpinan Presiden Jokowi meliputi 53 ruas tol. Hingga akhir tahun ini, Pemerintah menargetkan menambah jalan tol sepanjang 346 km dimana 97 km diantaranya telah beroperasi.

Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penambahan panjang tol Indonesia hingga mencapai 5.103 kilometer (km) pada tahun 2024 mendatang.

Tingginya target yang ditetapkan Pemerintah merupakan upaya untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional. Pemerintah berkeyakinan bahwa pengembangan jalan tol memiliki korelasi yang sangat erat dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebijakan Strategis

Untuk memastikan pengelolaan bisnis sejalan dengan arah Pencapaian Visi dan Misi Perseroan, di tahun 2021 Jasa Marga berfokus pada peningkatan produktivitas dan pemulihan kinerja melalui implementasi program inisiatif strategis. Perseroan telah merumuskan inisiatif strategis dalam rangka transformasi secara berkesinambungan, meliputi: 1) Fix Fundamentals; 2) Core Business Expansion; 3) Related Business Expansion; 4) Financing and Asset Recycling; 5) Organization, Human Resource, and Capabilities; 6) Technology.

Kebijakan Jasa Marga dalam memastikan implementasi inisiatif Fix Fundamentals yakni dengan melakukan integrasi pengelolaan ruas jalan tol oleh JMTO meliputi: (i) ruas tol MedanKualanamu-Tebing Tinggi, dengan Belawan-MedanTanjung Morawa, dan Medan-Binjai; serta (ii) ruas tol Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed dengan Jakarta-Cikampek. Selain itu, Perseroan menginisiasi pembentukan Komite Investasi guna memberikan pertimbangan keputusan investasi yang tepat sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai Jasa Marga secara kelompok usaha. Untuk peningkatan efisiensi bisnis dan operasional, Jasa Marga melakukan formalisasi standardisasi biaya unit dan layanan bersama berupa standar biaya BBM kendaraan operasional dan kendaraan dinas serta biaya operasi dan pemeliharaan.

Pada strategi Core Business Expansion, Perseroan melakukan pengembangan proyeksi lalu lintas, anggaran, dan kontrol proyek serta keuangan secara aktif di anak perusahaan konsesi jalan tol berbasis data. Selain itu, Jasa Marga menerapkan transformasi model bisnis PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) dari berbasis tenaga kerja dan volume ke berbasis teknologi dan kontrak berdasarkan kinerja operasi.

Sedangkan pada Related Business Expansion, Perseroan melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business (JMRB) melakukan penentuan kembali fokus bisnis dan model bisnis dari pengembangan bisnis terkait guna mendukung optimalisasi aset jalan tol yang dimiliki Perseroan.

Adapun dalam Financing and Asset Recycling, Jasa Marga menetapkan kerangka pengelolaan portofolio dan mendukung aksi korporasi, serta mengorganisir IPO untuk ruas tol transjawa. Di samping itu, Perseroan juga mencari dan menjalankan asset recycling pada PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) dan PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM).

Pada Organization, Human Resource and Capabilities, Jasa Marga mengoptimalkan peran strategis kelompok usahanya melalui perbaikan proses bisnis dan model interaksi secara berkelanjutan antara asset owner, asset manager, dan service provider. Perseroan juga melakukan implementasi Arsitektur Modal Insani dan Crash Program untuk karyawan operasional, serta pengembangan kapabilitas data analitik.

Dalam rangka menciptakan keunggulan bersaing, Jasa Marga mengoptimalkan peran Technology dalam pengelolaan usaha. Di tahun 2021, Perseroan mengimplementasikan roadmap pengembangan teknologi terintegrasi melalui JMTC, penerapan IMS, uji coba SLFF, dan pengembangan aplikasi human capital terintegrasi melalui JM Click.

Peranan Direksi dalam Perumusan Strategi dan Kebijakan Strategis

Direksi sebagai manajemen puncak memiliki peran kunci dalam merumuskan strategi dan kebijakan strategis Perseroan. Strategi dan kebijakan strategis korporat tersebut dituangkan dalam dokumen Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP).

Kegiatan perumusan strategi diawali dengan brainstorming antara Direksi dan Dewan Komisaris melalui visioning workshop untuk menentukan arahan Visi dan Misi Perseroan. Memperhatikan hasil analisis eksternal dan internal Perseroan, Direksi kemudian menyusun arahan strategis Perseroan yang dituangkan menjadi beberapa tema besar dalam rangka mencapai Visi dan Misi Perseroan. Arahan strategis dikembangkan oleh Direksi untuk masing-masing lini bisnis Perseroan sehingga setiap lini bisnis mendapatkan arahan yang jelas secara kelompok usaha Perseroan.

Selain itu, Direksi kemudian akan merumuskan kebijakan strategis sebagai ketentuan atau aturan Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Adapun kebijakan strategis disusun dan disempurnakan oleh Direksi dengan melibatkan unit terkait melalui penyelenggaraan rapat secara terbatas.

Hasil dari penyusunan strategi dan kebijakan strategis Perseroan tersebut akan diajukan Direksi kepada kepada Dewan Komisaris melalui persetujuan dalam RJPP.

Proses yang dilakukan Direksi untuk Memastikan Implementasi Strategi

Dalam rangka memastikan implementasi strategi Perseroan berjalan sesuai dengan arahan strategisnya, setiap tahun Perseroan menyusun program kerja pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) mengacu pada RJPP yang telah disahkan. Namun demikian, target kinerja Perseroan pada RKAP juga mempertimbangkan surat aspirasi pemegang saham yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas Perseroan.

Program kerja disusun oleh seluruh lini bisnis usaha Peseroan dengan memperhatikan target pencapaian sasaran operasional, pengembangan, keuangan, dan sumber daya manusia. Seluruh program kerja yang akan dijalankan tersebut akan diseleksi berdasarkan analisis biaya-manfaat dan perlu mendapatkan pesetujuan dari Direksi.

Selain itu untuk memantau pelaksanaan implementasi strategi, Direksi juga menjalankan aktivitas monitoring secara berkala guna mengevaluasi pencapaian kinerja Perseroan dari sisi: (i) Nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, (ii) Inovasi model bisnis, (iii) Kepemimpinan teknologi, (iv) Peningkatan investasi, dan (v) Pengembangan talenta.

Tantangan dan Kendala yang dihadapi dan Langkah Penyelesaiannya

Pandemi COVID-19 masih menjadi tantangan utama yang dihadapi Perseroan di tahun 2021. Tingginya angka penyebaran COVID-19 mendorong Pemerintah mengambil inisiatif untuk melakukan PPKM di berbagai daerah. Aturan PPKM tersebut membatasi okupansi perkantoran maksimal 50%, sehingga hal ini secara langsung mempengaruhi kegiatan operasional Perseroan.

Menghadapi kondisi tersebut, Perseroan mengambil kebijakan untuk memberlakukan sistem kerja Work from Home (WFH). Perseroan mewajibkan karyawan untuk tetap melakukan konfirmasi kehadiran melalui aplikasi terintegrasi Human Capital, JM Click. Selain itu, dengan memanfaatkan media pertemuan secara daring, komunikasi dan sharing informasi serta monitoring pekerjaan tetap dapat dilakukan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Sedangkan untuk karyawan yang harus melakukan aktivitas di kantor, Perseroan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran Pemerintah. Demikian juga halnya dengan pekerja di lapangan, Perseroan juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat agar karyawan terhindar dari penyebaran COVID-19.

Selain itu, dengan semakin banyak ruas jalan tol baru yang beroperasi di tahun 2021, beban bunga Perseroan pun semakin meningkat. Di sisi lain, pendapatan tol yang dihasilkan oleh ruas-ruas jalan tol baru tersebut masih belum optimal. Oleh karena itu, Perseroan berupaya untuk mengajukan relaksasi kepada perbankan, mencari alternatif pendanaan yang paling sesuai dengan kondisi Perseroan, dan melakukan review atas jadwal pengoperasian bertarif ruas jalan tol baru.

Kinerja Jasa Marga 2021

Di tengah masa pandemi, Jasa Marga masih dapat mencatat kinerja yang baik. Perseroan dari aspek keuangan menargetkan pada tahun 2021 akan mencapai pendapatan tol sebesar Rp9.891,6 miliar, pendapatan usaha lain Rp911,7 miliar, dan mendapatkan laba bersih sebesar Rp86,3 miliar.

Pada aspek pengembangan usaha, Perseroan telah memperoleh konsesi jalan tol sepanjang 1.603 km dengan 1.246 km di antaranya telah beroperasi. Penambahan panjang jalan tol operasi tahun 2021 yakni pada Bogor Ring Road Seksi 3A sepanjang 2,9 km pada Januari 2021, ruas Serpong-Cinere Seksi I Serpong-Pamulang sepanjang 6,5 km pada April 2021, ruas Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 14,2 km pada April 2021, dan ruas Balikpapan-Samarinda Seksi I dan V sepanjang 32,4 km pada Agustus 2021.

Adapun pencapaian pada sisi operasional, Perseroan telah mencatatkan volume lalu lintas transaksi tahun 2021 sebesar 1.066,4 juta transaksi, tercapai 7,4% dari rencana sebesar 992,5 juta transaksi. Secara tren pertumbuhan, volume lalu lintas transaksi menunjukkan peningkatan sebesar 8,0% bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2020. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan frekuensi mobilitas masyarakat seiring dengan percepatan program vaksinasi COVID-19.

Dari aspek keuangan, Perseroan mampu membukukan pendapatan usaha di luar konstruksi sebesar Rp11.776,4 miliar dengan kontribusi diantaranya dari pendapatan tol Rp10.786,3 miliar dan pendapatan usaha lain Rp990,1 miliar. Selaras dengan pengendalian Perseroan yang baik atas beban usaha khususnya terkait aktivitas administrasi pendukung yang memengaruhi beban umum dan administrasi, kinerja EBITDA terealisasi Rp7.675,5 miliar atau tercapai 16,3% dari rencana.

Sementara itu, beban bunga terealisasi 7,6% di bawah rencana, hal ini dipengaruhi oleh realisasi beban bunga yang lebih rendah akibat rendahnya suku bunga BI 7 days-repo rate, serta upaya Perseroan untuk melakukan refinancing hutang bank guna mendapatkan rate bunga yang lebih rendah.

Pada tanggal 28 Juni 2021, Perseroan melakukan dua aksi korporasi yaitu divestasi kepemilikan saham Perusahaan di PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) sebesar 14% (28 Juni 2021) dan PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) sebesar 9% (30 Desember 2021). Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat capital structure Perseroan ditengah massive-nya pembangunan ruas-ruas tol baru. Dari aksi Korporasi ini, Perseroan mendapatkan gain sebesar Rp786,5 miliar dari PT MLJ dan Rp796,8 miliar dari PT JPM. Dengan demikian, Perseroan membukukan laba bersih Rp1.615,3 miliar pada tahun 2021 atau terealisasi 1.771,6% dari rencana sebesar Rp86,3 miliar.

Perbandingan Target dan Realisas

Secara umum, kinerja Perseroan tahun 2021 berhasil mencapai target yang ditetapkan pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021. Meskipun kondisi di berbagai sektor bisnis secara umum mengalami penurunan, Perseroan tetap berupaya mengoptimalkan pencapaian target Key Performance Indicator (KPI) dan menjaga tingkat kesehatan Perseroan di tahun 2021.

Pencapaian Ukuran Kinerja Utama/Key Performance Indicator Korporat tahun 2021 tercapai 104,6 atau 104,6% dari rencana. Hal ini disebabkan oleh pencapaian lima perspektif kinerja, yakni kinerja nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, inovasi model bisnis, kinerja kepemimpinan teknologi, kinerja peningkatan investasi, dan kinerja pengembangan talenta.

Prospek Usaha Jasa Marga

Proses pemulihan ekonomi global akibat pandemi COVID-19 terus berlangsung dan berjalan cukup baik. Sementara, IMF memproyeksikan ulang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 menjadi 3,2%. Begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2021 menurun dari 6,0% menjadi 5,9%. Penyesuaian proyeksi oleh IMF ini disebabkan oleh adanya mutasi varian COVID-19, risiko inflasi, volatilitas pasar modal, dan penurunan stimulus ekonomi di berbagai negara.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 tumbuh sebesar 4,5% (YoY). Perbaikan terjadi di seluruh sektor dengan kontraksi yang mengecil dan pertumbuhan positif pada enam sektor lainnya. Pemulihan ekonomi didorong oleh kinerja sektor eksternal yang meningkat tinggi dan berlanjutnya stimulus fiskal. Kecepatan pemulihan sektor transportasi dan pergudangan tergolong paling lambat sejalan dengan pembatasan mobilitas yang masih berlaku.

Seiring dengan pelaksanaan program vaksinasi tahun 2021 yang telah dijalankan oleh Pemerintah secara masif yang mampu membentuk herd immunity di masyarakat secara meluas. Hal ini diharapkan memberikan perlindungan kesehatan secara kolektif, sehingga mendorong kembali mobilitas masyarakat untuk beraktivitas kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Perbaikan kondisi tersebut menjadi harapan dan optimisme bagi Perseroan untuk pemulihan kinerja dan kesinambungan keuangan untuk membangun ketahanan Jasa Marga.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan

Pandemi COVID-19 menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi Jasa Marga, khususnya terkait dengan langkah mitigasi risiko yang disiapkan Perseroan guna menghadapi kejadian luar biasa. Perseroan telah melakukan review secara menyeluruh terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pandemi tersebut. Kendati kondisi pandemi tidak mengakibatkan adanya perubahan risiko utama bagi Perseroan, namun Perseroan juga telah menetapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi tatkala kejadian serupa akan terjadi lagi. Perseroan telah melakukan perubahan dan penyempurnaan terhadap prosedur kerja dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Manajemen risiko menjadi salah satu bagian dari penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG), yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness. Jasa Marga berkomitmen untuk menjadikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas operasional Perseroan. Tahun 2021, Perseroan telah melakukan sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebanyak 2 (dua) kali yang bertujuan untuk memberikan pemahaman atas SMAP dan mengukur tingkat pemahaman atas materi yang disampaikan. Materi yang disampaikan antara lain Pengenalan SMAP, Komitmen Pelaksanaan SMAP, Tata Kelola Pelaksanaan SMAP, Ketentuan Umum Pelaksanaan SMAP, Pengawasan atas Kegiatan Anti Penyuapan. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Perseroan untuk terus meningkatkan kualitas penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Dalam rangka mengukur efektivitas dan kesesuaian penerapan Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan Perseroan, Jasa Marga juga secara rutin melakukan asesmen Good Corporate Governance (GCG) yang menjadi bagian dari mekanisme check and balances. Dengan asesmen, maka capaian kegiatan dapat diketahui dengan pasti dan tindakan lebih lanjut untuk memperbaiki kinerja suatu kegiatan dapat ditetapkan.

Tahun 2021, asesmen Good Corporate Governance (GCG) dilakukan secara mandiri oleh Jasa Marga (self assessment) dengan menggunakan parameter penilaian Kementerian BUMN yaitu No. SK-16/S. MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang Indikator/ Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Perseroan meraih skor 98,20 dengan predikat “Sangat Baik”. Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil asesmen tahun sebelumnya, dimana Perseroan meraih skor 98,16 dengan predikat “Sangat Baik”.

Penilaian Kinerja Komite di bawah Direksi dan Dasar Penilaiannya

Untuk menunjang pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi telah membentuk 2 (dua) Komite yang bertanggung jawab terhadap bidang tertentu, yaitu Komite Manajemen Risiko dan Komite Pengarah Teknologi Informasi. Kedua Komite tersebut bertugas untuk melakukan review dan memberikan rekomendasi terkait bidangnya masing-masing baik untuk kondisi saat ini maupun ke depan.

Pada tahun 2021, Komite Manajemen Risiko telah melaksanakan tugasnya melalui pertemuan dengan agenda yaitu review kebijakan dan tim strategis manajemen risiko Perseroan, monitoring profil risiko korporat, monitoring rencana pengelolaan risiko, pembahasan aksi korporasi/rencana strategis Perseroan dan evaluasi hasil pengukuran maturitas manajemen risiko korporat terintegrasi. Komite Manajemen Risiko juga telah memberi arahan pelaksanaan saat kondisi darurat, rencana kerja serta pengendalian terhadap kondisi darurat saat pandemi COVID-19 melanda.

Sedangkan Komite Pengarah Teknologi Informasi (IT Steering Committee) telah memberikan arahan terkait pengembangan Teknologi Informasi, baik IT Enterprise maupun IT Business. Saat ini, Jasa Marga telah memiliki laboratorium Internet of Things (IoT) yang berfungsi sebagai unit riset dan pengembangan terkait TI yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi internal Jasa Marga untuk teknologi pengoperasian jalan tol seperti Single Lane Free Flow (SLFF), Electronic Toll Collection (ETC), Intelligent Transportation System (ITS), dan Automatic Vehicle Classification (AVC).

Selain itu, sehubungan dengan masih adanya pandemi COVID-19 di tahun 2021, Komite Pengarah Teknologi Informasi juga memberikan arahan terkait Teknologi Informasi dalam memfasilitasi karyawan agar dapat bekerja dari rumah dan menggunakan Virtual Private Network (VPN) guna mengurangi penyebaran COVID-19 sehingga proses bisnis Perseroan tetap berjalan dengan baik.

Direksi menilai, selama tahun 2021, Komite Manajemen Risiko dan Komite Pengarah Teknologi Informasi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Perubahan Komposisi Direksi

Pada tahun 2021 terdapat 2 (dua) kali perubahan komposisi Direksi. Perubahan pertama berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2020 pada tanggal 27 Mei 2021. Pemegang Saham dengan suara bulat mengukuhkan pemberhentian Saudara Mohammad Sofyan sebagai Direktur Bisnis.

Perubahan kedua terjadi pada saat pelaksanaan RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 Desember 2021 yaitu dengan mengangkat Saudara Ade Wahyu sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Saudara Reza Febriano sebagai Direktur Bisnis, Saudara Bagus Cahya Arinta B. sebagai Direktur Human Capital dan Transformasi, mengalihkan tugas Saudara Mohamad Agus Setiawan yang semula menjabat sebagai Direktur Bisnis menjadi Direktur Pengembangan Usaha dan mengukuhkan pemberhentian Saudara Donny Arsal sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sehubungan dengan adanya penunjukan penugasan baru sebagai Direktur Utama PT Semen Indonesia pada tanggal 21 Desember 2021.

Dengan demikian, komposisi Direksi Jasa Marga pada 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:

Direktur Utama : Subakti Syukur
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Ade Wahyu
Direktur Bisnis : Reza Febriano
Direktur Pengembangan Usaha : Mohamad Agus Setiawan
Direktur Human Capital dan Transformasi : Bagus Cahya Arinta B.
Direktur Operasi : Fitri Wiyanti

Atas nama Perseroan, kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara Mohammad Sofyan, Saudara Donny Arsal, Saudara Enkky Sasono Anas Wijaya, dan Saudara Arsal Ismail atas dedikasi yang diberikan selama menjabat sebagai anggota Direksi Perseroan.

Apresiasi

Dengan segala pencapaian yang telah diraih Perseroan di tahun 2021, izinkan Direksi mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas kelancaran perjalanan operasi dan bisnis Perseroan. Direksi menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pemegang Saham dan investor atas kepercayaan yang telah diberikan. Direksi juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Dewan Komisaris atas arahan dan kemitraan strategis dalam pengelolaan operasi dan bisnis Perseroan. Demikian pula kepada regulator, pelanggan, pemasok, dan mitra usaha, Direksi mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah tercipta.

Kepada seluruh insan Jasa Marga, Direksi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan di sepanjang tahun 2021 yang penuh tantangan. Seluruh kerja keras dan kerja cerdas ini akan menjadi fondasi bagi Perseroan untuk dapat mengoptimalkan potensinya dan meraih kinerja terbaiknya di masa yang akan datang.

Jakarta, 5 April 2022

Atas Nama Direksi


Subakti Syukur

Direktur Utama