Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga PT Jasa Marga (Persero) Tbk dapat melalui tahun 2021 dengan capaian kinerja yang baik. Suatu kehormatan bagi saya mewakili Dewan Komisaris untuk menyajikan laporan pengawasan terhadap kinerja Perseroan di Tahun Buku 2021.

Dewan Komisaris telah menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dengan itikad baik, bertanggung jawab, dan penuh kehati-hatian demi kepentingan Perseroan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Dewan Komisaris melakukannya secara independen, berpedoman kepada ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta berdasarkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

Fokus pengawasan dan pemberian nasihat oleh Dewan Komisaris dalam tahun 2021 meliputi: pelaksanaan, evaluasi dan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2021, review Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2021-2025, tindak lanjut atas Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2021 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tanggal 27 Agustus 2021 dan 22 Desember 2021, penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal dan penerapan budaya Perseroan, serta pelaksanaan dan kepatuhan terhadap ketentuan perundangundangan yang berlaku.

"Dewan Komisaris terus memastikan bahwa pengelolaan Perseroan tetap berlandaskan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG), memenuhi ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku, serta memenuhi ketentuan perjanjian dengan pihak ketiga. Setiap temuan auditor eksternal serta temuan dan rekomendasi auditor internal telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi/ saran yang diberikan."

Penilaian Dewan Komisaris terhadap Kinerja Direksi Mengenai Pengelolaan Perseroan

Pandangan atas Penilaian Kinerja Keuangan

Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi Perseroan. Kondisi dunia yang masih mengalami pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan imbasnya pun dirasakan di Indonesia.

Pembatasan kegiatan masyarakat dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyebabkan dibatasinya mobilitas orang, termasuk larangan mudik di saat Idul Fitri dan Idul Adha.

Dewan Komisaris dapat memahami tantangan yang dihadapi Perseroan di tahun 2021. Untuk itu, Dewan Komisaris mengapresiasi berbagai inisiatif strategis yang diambil Direksi dalam menghadapi kondisi yang sulit tersebut.

Dewan Komisaris menyadari, bahwa kinerja Perseroan di tahun 2021 tidak lebih baik dari tahun 2020 akibat kondisi perekonomian yang kurang mendukung. Namun, Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah berupaya maksimal untuk tetap menjaga stabilitas Perseroan, serta menjaga kepercayaan para investor. Selain itu, keselamatan dan kesehatan karyawan Jasa Marga juga menjadi titik fokus yang sangat penting dalam kondisi pandemi dan menjadi perhatian utama dari Direksi.

Di tengah kondisi yang cukup sulit di tahun 2021, Jasa Marga masih tetap berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1.615,3 miliar, mengalami peningkatan 222,4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp501,1 triliun. Sedangkan, perolehan laba bersih tahun 2021 tercatat mencapai 1.771,6% atau di atas target yang ditetapkan dalam Revisi RKAP 2021 yakni sebesar Rp86,3 miliar.

Atas pencapaian tersebut, Dewan Komisaris menilai kinerja Direksi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengelola Perseroan di tahun buku 2021 berjalan dengan baik. Selain itu, Direksi mampu mencatatkan peningkatan kinerja Perseroan dengan mengupayakan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan laba bersih Perseroan.

Pandangan atas Prospek Usaha Perseroan

Dewan Komisaris menilai bahwa prospek usaha yang telah disusun Perseroan cukup memadai dalam menghadapi tantangan bisnis di masa mendatang.

Pemulihan kondisi perekonomian dunia yang mulai membaik dari dampak pandemi COVID-19, merupakan momentum bagi Perseroan untuk meraih kembali pertumbuhan kinerja Perseroan, melalui terobosan-terobosan dan memaksimalkan setiap potensi serta peluang yang ada.

Dewan Komisaris mengharapkan Direksi untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan aksi korporasi dan mengambil keputusan maupun tindakan agar tetap mengacu pada pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan yang sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

Pandangan atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan

Penyusunan Program Kerja Tahunan Dewan Komisaris

Sebagai bentuk penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Dewan Komisaris menyusun program kerja tahunan Dewan Komisaris yang akan dilaksanakan di tahun 2021. Perangkat Dewan Komisaris ikut terlibat pula dalam penyusunan program kerja tahunan tersebut.

Program kerja tahunan Dewan Komisaris akan digunakan sebagai bahan pelaksanaan evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan penyusunan laporan Dewan Komisaris yang akan disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu, Komite-Komite Dewan Komisaris juga menyusun Program Kerja Tahunan Komite yang disampaikan kepada Dewan Komisaris.

Pembagian Tugas dan Mekanisme Pengawasan Dewan Komisaris

Pengaturan pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Dewan Komisaris yang semula mengacu pada Surat Keputusan Dewan Komisaris No. KEP-139/IX/2018 tanggal 27 September 2018, diubah dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. KEP-077/VI/2020 tanggal 30 Juni 2020. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan restrukturisasi Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris dan pembentukan komite baru, sebagai tindak lanjut dari ketentuan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, sehingga Dewan Komisaris memiliki 3 (tiga) Komite, yakni: (i) Komite Audit, (ii) Komite Nominasi dan Remunerasi, dan (iii) Komite Risiko dan Hukum.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan pengawasan dan pemberian nasihat Dewan Komisaris kepada Direksi dalam pengelolaan Perseroan mengacu pada program kerja tahunan Dewan Komisaris, yang ditetapkan pada awal tahun buku berjalan. Sesuai Anggaran Dasar Perseroan, setiap bulannya diselenggarakan minimal 2 (dua) kali rapat, yaitu rapat internal Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi. Hal-hal yang membutuhkan keputusan segera diagendakan dalam agenda lain-lain dalam rapat-rapat Dewan Komisaris dan/atau rapat khusus Dewan Komisaris-Direksi. Setiap keputusan rapat dipantau dan dievaluasi tindak lanjutnya.

Sepanjang tahun 2021 telah diselenggarakan rapat internal Dewan Komisaris sebanyak 14 sesi rapat dengan tingkat kehadiran rata-rata sebesar 94,4% dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi sebanyak 16 sesi rapat dengan tingkat kehadiran rata-rata sebesar 96,1%. Keputusan rapat diambil secara musyawarah untuk mufakat, dan belum pernah terjadi proses pengambilan keputusan rapat secara “dissenting opinion”. Sampai dengan akhir 2021 hampir seluruh keputusan rapat telah selesai ditindaklanjuti dengan beberapa keputusan masih dalam proses karena kewenangannya menyangkut pihak/instansi di luar Perseroan namun diupayakan segera dapat diselesaikan dalam tahun 2022.

Penyelenggaraan rapat sebelum Maret 2020 dilaksanakan secara tatap muka tetapi dengan pemberlakuan protokol kesehatan sejak terjadinya wabah COVID-19, rapat dilakukan secara daring melalui video conference. Adapun pelaksanaan rapat virtual dinilai cukup efektif dengan tata cara penyelenggaraan rapat mengikuti ketentuan yang diatur dalam peraturan internal perusahaan.

Selain penyelenggaraan rapat-rapat, Dewan Komisaris juga menyelenggarakan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan secara langsung ke Regional Office dan/atau ke proyek-proyek jalan tol baru yang sedang dibangun, dan/atau sudah dalam tahap operasi atau operasi penuh yang ditangani oleh anak perusahaan. Selama tahun 2021 dilakukan sebanyak 2 (dua) kali kunjungan.

Hasil Asesmen GCG

Pada tahun 2021, asesmen Good Corporate Governance (GCG) dilakukan secara mandiri oleh Perseroan dengan menggunakan parameter penilaian Kementerian BUMN berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN No.SK16/S.MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Perseroan memperoleh skor 98,20 dan masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Sementara itu khusus untuk Aspek Dewan Komisaris, Perseroan memperoleh skor sebesar 99,10 dan masuk dalam kategori “Sangat Baik”.

Penilaian Direksi dan Komite Dewan Komisaris serta Penilaian Kinerja Dewan Komisaris Tahun 2021

Memenuhi fungsi dan tugas Dewan Komisaris berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No. 01/ MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di BUMN dan Surat Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN No. SK-16/S.MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Lampiran I/6-15 Aspek Pengujian/Indikator Butir 17 Parameter No. 58, 59, dan 67, Dewan Komisaris telah menilai kinerja Direksi dan menyampaikan hasil penilaian kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna sebagai masukan untuk keputusan-keputusan penting yang akan diambil yang menyangkut kepentingan Perseroan.

Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Risiko dan Hukum tahun 2021 dalam memberikan masukan dan kajian yang diperlukan Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasannya semakin berbobot, intensif, dan efektif.

Dengan dukungan Komite-Komite dan Sekretariat Dewan Komisaris, Dewan Komisaris terus mendorong dan memastikan bahwa prinsip-prinsip GCG dilakukan secara konsisten, berkelanjutan, dan membudaya di lingkungan Dewan Komisaris dan juga di Jasa Marga untuk mewujudkan Visi dan Misi Perseroan dalam bisnis jalan tol, sehingga Perseroan memiliki kemampuan beradaptasi, daya tahan, serta daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun regional. Hal ini tentunya akan menguntungkan seluruh pemangku kepentingan serta menyukseskan program Pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional untuk kemajuan ekonomi nasional.

Skor penilaian kinerja Dewan Komisaris Tahun 2021 yang dilakukan secara self-assessment atas 8 Perspektif dan 21 Performance Indicator adalah sebesar 4,9 dari total skor 5,0 atau sebesar 98,3%, dengan klasifikasi penilaian “Sangat Baik“ dan melampaui target Tahun 2021 yang ditetapkan sebesar 4,8.

Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan dan Pemberian Nasihat oleh Dewan Komisaris

Dewan Komisaris terus memastikan bahwa pengelolaan Perseroan tetap berlandaskan prinsipprinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG), memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta memenuhi ketentuan perjanjian dengan pihak ketiga. Setiap temuan auditor eksternal serta temuan dan rekomendasi auditor internal telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi/saran yang diberikan.

Kegiatan-kegiatan Pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris, antara lain:

Pelaksanaan Kesesuaian Pengelolaan Perseroan berdasarkan RJPP dan RKAP

Selama tahun 2021 Dewan Komisaris telah melakukan pengawasan atas kesesuaian pengelolaan Perseroan berdasarkan pada rencana kerja yang telah ditetapkan dalam RJPP 2021-2025 dan RKAP 2021. Hasil dari pengawasan, evaluasi, dan kajian yang dilakukan, Dewan Komisaris dan Direksi sampai pada kesimpulan bahwa RKAP 2021 dan/atau RJPP 2021-2025 perlu direvisi untuk mengantisipasi dan menjawab tuntutan kebutuhan dan dinamika Perseroan. Sebagai tindak lanjutnya, Dewan Komisaris memberikan persetujuan atas usulan revisi RKAP 2021 dan penyesuaian RJPP 2021-2025 yang diajukan oleh Direksi, melalui surat-surat keputusan Dewan Komisaris pada bulan Agustus 2021.

Dewan Komisaris terus mendorong Direksi dan segenap jajaran Perseroan melakukan upaya terbaik untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan. Setiap kendala-kendala yang dihadapi dapat dikomunikasikan dan dibahas dengan Dewan Komisaris dalam suatu rapat koordinasi Dewan Komisaris-Direksi, untuk mencari solusi dan menetapkan jalan keluarnya. Dengan demikian diharapkan Perseroan dapat memenuhi harapan dari seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan dengan sebaik-baiknya.

Pelaksanaan Pengawasan terhadap Kebijakan Pengelolaan Anak Perusahaan

Sejalan dengan semakin bertambahnya anakanak perusahaan jalan tol dan non tol yang telah beroperasi, yang pada awal tahun 2021 total sebanyak 21 (dua puluh satu), dan jumlah anak perusahaan jalan tol akan terus bertambah sejalan dengan akan dibangunnya ruas-ruas jalan tol baru, Dewan Komisaris perlu melakukan pengawasan yang lebih cermat dan ketat atas kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan anak perusahaan yang dilakukan oleh Direksi. Hal ini dilakukan agar aset Perseroan dikelola secara efektif dan efisien. Dewan Komisaris meminta kepada Direksi agar pengawasan telah dilakukan secara ketat dan efektif sejak saat anak perusahaan melakukan tahap konstruksi pembangunan jalan tol, yaitu untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan konstruksi telah memenuhi spesifikasi yang ditentukan, maupun pada saat anak perusahaan mengoperasikannya untuk memastikan bahwa semua ketentuan Standar Pelayanan Minimum (SPM) telah dipenuhi, serta Perseroan telah dikelola dengan baik, secara efektif dan efisien.

Pengawasan terhadap Penguatan Sistem Pengendalian Internal Perseroan

Dalam rangka memperkuat sistem pengendalian internal Perseroan, Dewan Komisaris meminta agar Direksi melakukan peningkatan fungsi dan peran Internal Audit dalam melakukan audit dan tindakantindakan untuk mencegah terjadinya suatu rencana dan tindakan yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yang berpengaruh terhadap tujuan dan sasaran pengelolaan dan pengembangan Perseroan, sebagaimana tercantum dalam RKAP dan/atau RJPP Perseroan. Selain itu, Internal Audit diharapkan dapat melihat isu strategis di tingkat induk dan kegiatan di tingkat anak perusahaan sifatnya sebagai sampling untuk memperdalam review atau audit atas isu-isu strategis. Dengan langkah tersebut, kegiatan review atau audit yang dilakukan oleh Internal Audit akan menjadi lebih komprehensif, efisien dan efektif, sehingga dapat menghasilkan temuan dan rekomendasi yang jelas, terukur, dan berdampak signifikan bagi perbaikan sistem pengendalian internal Perseroan. Internal Audit dapat merumuskan temuan dan rekomendasi dengan jelas dan dilengkapi dengan tindak lanjut yang disepakati bersama, target waktu penyelesaian, serta unit yang akan bertanggung jawab dalam menindaklanjuti temuan tersebut.

Internal Audit diharapkan dapat menjadi garda terdepan pada saat pemeriksaan oleh auditor eksternal dalam mengantisipasi isu-isu yang ada, dan fungsi pengawasan dan pengelolaan Perseroan dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mendukung pencapaian target-target Perseroan. Dewan Komisaris menggarisbawahi pentingnya peningkatan standar kompetensi personil Internal Audit untuk meningkatkan kualitas pengendalian internal Perseroan. Dewan Komisaris juga memberikan catatan agar pengamanan data dan digitalisasi arsip dapat diterapkan di seluruh unit kerja dan anak perusahaan di Jasa Marga Group. Dengan sistem pengendalian internal yang efektif, tujuan dan sasaran target RKAP 2021 dan/atau RJPP 2021-2025 diharapkan dapat tercapai dengan efektif, efisien serta tepat waktu dan manfaat.

Dewan Komisaris menyarankan Direksi agar Internal Audit dapat merumuskan temuan dan rekomendasi dengan jelas dan dilengkapi dengan tindak lanjut yang disepakati bersama, target waktu penyelesaian, serta unit yang akan bertanggung jawab dalam menindaklanjuti temuan tersebut. Dengan demikian, Internal Audit diharapkan dapat memberikan solusi yang komprehensif atas penyelesaian suatu temuan.

Pengawasan terhadap Pelaksanaan Manajemen Risiko Perseroan

Terkait dengan risiko-risiko yang dihadapi Direksi dalam mengelola Perseroan, terjadinya mutasi varian virus COVID-19 mengakibatkan ketidakpastian dalam lingkungan usaha khususnya di industri jalan tol. Pembatasan mobilitas masyarakat berpotensi tetap berlanjut dan membawa pengaruh dalam implementasi strategi, pelaksanaan operasi, dan pengembangan bisnis Perseroan kedepan. Oleh karena itu, Dewan Komisaris dan Direksi bersepakat melakukan Review RJPP tahun 2021-2025 dan Revisi RKAP tahun 2021.

Pelaksanaan pekerjaan terutama terkait dengan pembangunan jalan tol baru, Direksi disarankan untuk melakukan review risiko-risiko terkait serta memastikan desain dan pilihan teknologi yang akan digunakan. Sedangkan terkait risiko pengoperasian jalan tol, Dewan Komisaris meminta Direksi menyiapkan datadata volume lalu lintas dan mengkaji dampaknya bagi keuangan Perseroan serta langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan.

Dewan Komisaris menyarankan Direksi untuk melanjutkan dan mengawal pelaksanaan rencana mitigasi risiko agar residual risk dan target maturity risk tahun 2021 sebesar 3,8 dapat tercapai, serta melakukan percepatan penerapan digitalisasi secara menyeluruh dalam pengelolaan Perseroan untuk memperkuat penerapan manajemen risiko di Perseroan.

Untuk mendorong peningkatan efisiensi usaha dan mengurangi dampak risiko dalam pengembangan bisnis penunjang, Dewan Komisaris menyarankan agar Direksi meneruskan kebijakan bagi anak perusahaan untuk menerapkan Project Based Management Contract (PBMC). Terkait risiko hukum dari rencana divestasi, agar dilakukan kajian secara mendalam dan menyeluruh.

Pengawasan terhadap Kebijakan dan Pelaksanaan Pengembangan Karier

Dalam memberikan persetujuan terkait pengembangan karir karyawan Perseroan, Dewan Komisaris menggunakan data talent mobility dan mapping talent classification, serta kompetensi dan kinerja karyawan. Dewan Komisaris mendukung pelaksanaan program pembelajaran melalui aplikasi JM Click untuk mendorong terwujudnya perubahan dalam learning culture di Perseroan.

Dewan Komisaris mendukung perubahan struktur organisasi Perseroan dalam rangka mendorong percepatan transformasi Perseroan dan implementasi RJPP, dan menyetujui usulan perubahan struktur organisasi 1 (satu) tingkat di bawah Direksi. Setelah pembagian tugas antarunit di bawah Direktorat dituangkan secara tertulis dengan jelas, Direksi diminta untuk segera mulai melakukan langkah-langkah persiapan penerapan struktur organisasi, termasuk dalam hal ini melakukan sosialisasi kepada seluruh karyawan, serta melakukan perubahan cascading KPI setiap Direktorat jika diperlukan.

Terkait evaluasi perkembangan modal insani Perseroan, Dewan Komisaris memberikan arahan agar target utama organisasi dari tahun 2021 dimasukkan ke program AKHLAK sebagai acuan, dengan terus mengembangkan aplikasi JM Click sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas karyawan.

Pengawasan Terkait Kebijakan Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan

Dewan Komisaris mengingatkan adanya isu terkait akuntansi sehubungan dengan penerapan PSAK baru, yaitu PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan, PSAK 72 tentang Pendapatan Kontrak Pelanggan, dan PSAK 73 tentang Sewa.

Dewan Komisaris meminta agar Direksi memberikan perhatian penuh atas implementasi SAP di Jasa Marga Group mengingat hal ini sangat penting dalam efisiensi proses bisnis Perseroan.

Dewan Komisaris juga menyampaikan agar Direksi memperhatikan pelaksanaan Peraturan OJK (POJK) No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik; POJK No. 65/POJK.04/2017 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif; dan POJK No. 52/POJK.04/2017 tentang Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Pengawasan Terkait Sistem Pengendalian Internal Perseroan

Dalam rangka memperkuat Sistem Pengendalian Internal Perseroan, Dewan Komisaris, mengarahkan perlunya peningkatan dalam penerapan sistem “Tiga Lini Pertahanan” yang terintegrasi dengan manajemen risiko. Desain pengendalian internal untuk memperbaiki berbagai kelemahan pengendalian internal dilakukan dengan mengacu pada kerangka Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO).

Dewan Komisaris juga menyarankan agar persiapan penerapan SNI ISO 37001:2016 Anti Bribery Management System (Sistem Manajemen Anti Penyuapan/SMAP), tata laksana serta pengorganisasiannya dapat dilakukan dengan baik dan efektif, sehingga sertifikasi SNI ISO 37001:2016 pada lingkup Direktorat Utama Kantor Pusat Perseroan tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan Kementerian BUMN.

Penerapan sistem-sistem pengendalian lainnya seperti Whistleblowing System (WBS), Pedoman Penanganan Gratifikasi, Pedoman Conflict of Interest, Code of Conduct, dan Code of Corporate Governance serta pedoman lainnya agar dilakukan juga secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan sistem pengendalian internal yang efektif, tujuan dan sasaran target RKAP dan/atau RJPP dapat tercapai secara efektif, efisien, tepat waktu, dan tepat manfaat.

Pengawasan terhadap Kebijakan Pengadaan dan Pelaksanaannya

Direksi diminta melaporkan perkembangan penyusunan perubahan Keputusan Direksi mengenai Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Jasa Marga dengan menambahkan prinsip-prinsip ISO 370001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Terkait pengadaan jasa Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk tahun buku 2021, Dewan Komisaris memandang bahwa prosesnya telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait proses pengadaan tanah dan konstruksi, Dewan Komisaris menekankan pentingnya Direksi Jasa Marga dan Direksi Anak Perusahaan mempunyai komitmen dan langkah-langkah untuk segera menyelesaikan permasalahan tanah dan konstruksi, serta diharapkan konstruksi dapat diselesaikan sesuai target dalam RKAP.

Terkait dengan penetapan target pengadaan proyekproyek jalan tol baru, pemilihan agar dilaksanakan secara bertahap dan menggunakan 4 (empat) kriteria utama sebagai panduan dalam melakukan evaluasi, yaitu project economics (kelayakan proyek), project timeline, partners profile, dan project financing scheme.

Pengawasan terhadap Kebijakan Pengelolaan Aset

Dalam rangka memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan/atau peningkatan kualitas kinerja pelayanan transaksi lalu lintas tol, serta menjaga kondisi dan mutu jalan tol agar dapat aman dan nyaman dipergunakan sesuai tuntutan dan harapan para pengguna jalan tol, berbagai upaya dan teknologi informasi yang diimplementasikan untuk mempercepat proses transaksi pembayaran tol sangat menjadi perhatian Dewan Komisaris. Demikian halnya pada saat konstruksi pembangunan jalan tol baru. Mutu, kecepatan, efektivitas dan efisiensi kerja juga menjadi atensi Dewan Komisaris, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pengoperasian jalan tol yang bersangkutan.

Dewan Komisaris juga memberi arahan agar hasil evaluasi penanganan lalu lintas dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dewan Komisaris mendukung langkah Direksi dalam melakukan rencana peningkatan aspek keselamatan, dengan pemasangan Variable Message Sign (VMS), dengan tetap memperhatikan masukan dan keluhan dari pengguna jalan tol sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas fisik dan layanan jalan tol.

Terkait dengan pemenuhan SPM sepanjang tahun 2021, Dewan Komisaris melihat perkembangan pemenuhan SPM sudah sesuai dengan rencana. Namun Direksi diminta untuk tetap memantau dan memastikan pemenuhan SPM, serta agar pengawasan terhadap Overload and Over Dimension (ODOL) menjadi perhatian Manajemen pada tahun 2021.

Pengawasan terhadap Kebijakan Mutu dan Pelayanan serta Pelaksanaannya

Terkait kebijakan pengelolaan aset, Dewan Komisaris meminta Direksi agar memastikan kelengkapan administrasi dan accounting treatment yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, serta pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam kebijakan pengelolaan aset sesuai dengan strategi jangka panjang Perseroan, Direksi diharapkan fokus untuk mengedepankan pencapaian “Balancing the Growth and Financial Sustainability to Build Jasa Marga Resilience”. Dewan Komisaris pada prinsipnya menyetujui pelaksanaan strategi pencapaiannya melalui 4 (empat) strategi dan tema kunci, yang salah satunya adalah asset recycling.

Pengawasan terhadap Sistem Teknologi Informasi

Dewan Komisaris memandang pentingnya Perseroan menyesuaikan perkembangan dengan berdasarkan pada perkembangan sistem Teknologi Informasi. Dewan Komisaris meminta agar pengembangan atas sistem Enterprise Resource Planning (ERP) korporasi dengan SAP S/4 HANA untuk dapat membuat proses bisnis berjalan dengan lebih sinergis dapat berjalan dengan baik. Dewan Komisaris berharap bahwa pengembangan Teknologi Informasi dapat memberikan kemudahan dalam proses bisnis Perseroan.

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

Pada tahun 2021 terdapat 2 (dua) kali perubahan komposisi Dewan Komisaris. Perubahan pertama berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2020 pada tanggal 27 Mei 2021 dengan diangkatnya 3 (tiga) orang Anggota Dewan Komisaris baru yakni Saudara Eman Salman Arief sebagai Komisaris Independen, serta Saudara M. Roskanedi dan Saudara Raja Erizman masingmasing sebagai Komisaris.

RUPS Tahunan tersebut memberhentikan dengan hormat Saudara Agus Suharyono dan Saudara Sugihardjo sebagai Komisaris.

Perubahan kedua terjadi pada saat pelaksanaan RUPS Luar Biasa pada tanggal 27 Agustus 2021 yaitu dengan mengangkat Saudara Yohanes Baptista Satya Sananugraha sebagai Komisaris dan mengukuhkan pemberhentian Saudara Eman Salman Arief selaku Komisaris Independen sehubungan dengan penugasan dan pengangkatan sebagai Anggota Komite Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa (BPH Migas) periode 2021-2025.

Atas nama Perseroan, Dewan Komisaris mengucapkan terima kasih kepada Saudara Agus Suharyono, Saudara Sugihardjo dan Saudara Eman Salman Arief atas kontribusi dan dedikasinya selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan.

Dengan demikian komposisi Dewan Komisaris Perseroan pada 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama/ Komisaris Independen : Yuswanda A. Temenggung
Wakil Komisaris Utama/ Komisaris Independen : Zulfan Lindan
Komisaris : Anita Firmanti Eko Susetyowati
Komisaris : Yohanes Baptista Satya Sananugraha
Komisaris : M. Roskanedi
Komisaris : Raja Erizman

Apresiasi

Mengakhiri laporan Dewan Komisaris tahun 2021 ini, kami menyampaikan penghargaan setinggitingginya atas kerja sama seluruh pemangku kepentingan, yang memungkinkan Perseroan terus tumbuh dan berkembang menjadi Perseroan yang besar, tangguh dan berdaya tahan tinggi dalam bisnis jalan tol. Dewan Komisaris juga mengucapkan terima kasih dan selamat atas prestasi Direksi dan seluruh jajaran pejabat dan karyawan atas keberhasilan dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Kami dengan penuh semangat akan terus meningkatkan komitmen agar Perseroan dikelola secara lebih baik, efisien, efektif, dan modern dengan senantiasa mengedepankan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

Jakarta, 5 April 2022

Atas Nama Dewan Komisaris

Yuswanda A. Temenggung

Komisaris Utama/ Komisaris Independen